Di Tengah Ramai

WhatsApp Image 2018-05-17 at 10.44.09 PM

 

Apa yang akan kamu lakukan, kalau kamu bisa memilih menggunakan 8 jam waktu dalam satu hari?

 

Aku?

Akan memilih jam yang paling ramai

Ditemani kopi, buku, dan musik kencang di telingaku

Membaca, menulis, kemudian diam sejenak

 

Selintas mencuri dengar pembicaraan meja sebelah

Tentang dua insan manusia yang saling merayu

Atau meja di depan

Yang penuh ungkapan saling membagakan diri

Banyak bicara tapi sepertinya kurang mendengar

 

Selintas memutarkan pandangan

Menangkap senyum malu-malu

Atau tatapan arogan tak mau mendengar

 

Kadang juga ada gelak tawa

Atau pandangan penuh perhatian yang tulus

Kehangatannya sampai bisa kurasa

 

Manusia,

Selalu menarik untuk diamati

Membuatku nyaman ketika dikelilingi

Asalkan

Tidak harus berinteraksi

Iklan

Buku

Aku terjebak di antara deretan panjang kata. Tak pernah membingungkan, hanya menenggelamkan. Membuat larut tak tersisa, melupakan dunia di sekitar kita.

 

Berhadapan dengan kata-kata yang tertulis menjadi sebuah zona nyaman. Membaca ekspresi tanpa melihat, memahami perasaan tanpa harus menyentuh dan saling menatap. Kita ada di dunia yang sama, saling berinteraksi tanpa suara. Hanya kedalaman perasaan dan pengertian yang tanpa batas di antara kita. Tak terganggu oleh gimmick yang membuat curiga, atau nada suara yang memekakkan telinga.

 

Biarkan aku berdua saja dengannya. Yang lebih memahamiku daripada kebanyakan manusia di dunia. Membiarkanku menjelajahi lembar demi lembar, menyusuri huruf demi huruf, paragraf demi paragraf, menghadirkan berbagai perasaan yang begitu kaya. Biarkan dia saja yang menjadi duniaku. Di mana aku bisa bereaksi tanpa menimbulkan reaksi, merespon tanpa takut dinilai.

 

Berikan aku buku saja. Boleh juga dengan pena. Biar aku mengukir dunia. Dunia milikku saja. Dunia dimana aku menjadi aku.