Kirana

Hidup emang ga pernah mudah, tapi di sela-sela hidup yang begitu rumit, selalu ada kebahagiaan kecil terselip.

 

Di sini sudah lewat tengah malam, ketika aku menerima pesan dari Mama. Lima jam jarak waktu kami. Mama sudah bangun pagi, sementara aku masih berusaha setengah mati untuk bisa tidur.

 

Di tengah kepenatan di antara berbagai terminologi, APA Item 3, article 6 — mitigasi, conflict of interest, navigation tools, NDC, non-market mechanism, corresponding adjustment, gender action plan, (ok, gw harus stop di sini, biar ga balik jadi kebelinger lagi). Belum lagi muncul kabar ga enak dari rumah beberapa hari sebelumnya. Setidaknya malam tadi ada secercah kelegaan yang hadir.

 

Kirana.

Dia mungkin manusia paling spesial di dalam hidupku. Menyaksikan dia tumbuh dari bayi kecil, hingga saat ini berusia 18 tahun, rasanya begitu menakjubkan. Dia memberikan pembelajaran yang begitu dalam. Tidak hanya soal kasih sayang dan ketulusan. Justru dia yang mengajarkan saya untuk menjadi kuar, untuk menjadi tangguh. Sekaligus untuk percaya, untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran, untuk belajar mengendalikan diri, agar tidak posesif, dan tidak control freak.

 

Dia tumbuh menjadi gadis dewasa yang bertanggung jawab, mengetahui apa yang ia mau, mengejarnya tanpa ragu. Termasuk untuk ujian ke luar kota, di mana Kampus impiannya berada. Berangkat sendiri ke sana, menjadi pengalaman pertamanya naik pesawat. Sendiri, aku tidak bisa menemani.

 

Ahh, rasa takut dan khawatir itu

Gimana kalo dia ga lulus ujian

Gimana kalo dia kuliah di luar kota? Siapa yang nemenin kalo dia sedih?

Anak ini masih bocah dan lugu, apa bisa menghadapi kehidupan di kampus?

Pokoknya gimana pun dia harus tinggal sama gw, dan cari kampus yang deket dari kontrakan gw.

 

Nyatanya, semua pertanyaan pernyataan itu, salah. Bukan cuma salah, tapi juga politically incorrect. Kirana adalah telaga bagi kami. Dia sudah sanggup menghidupi dan menerangi kami. Tidak ada alasan merasa dia tidak mampu menjalani hidupnya.

 

Malam tadi (atau pagi tadi waktu Indonesia bagian barat), dia mengabariku sedang dalam perjalanan untuk ujian Keterampilan.

Malam tadi (atau pagi tadi waktu Indonesia bagian barat), Mama mengabariku bahwa Kirana lulus di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

 

Di manapun dia lulus ujian nanti, yang manapun yang dia pilih,

 

Kirana sudah siap kuliah

Gadis kecilku sudah dewasa

Gadis kecilku tumbuh dengan mengenal dirinya sendiri, mampu menentukan pilihannya, dan menjalaninya dengan tanggung jawab.

 

Di antara segala keruwetan hidup,

Malam tadi aku menangis lega.

Bonn, 9th of May 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s