A: Kenapa lo nangis?

B: ya ngeliat kondisi Ibu-ibu lah

A: Selama ini kan situasi-situasi kayak gini udah sering kita liat.

B: Ya tapi kan bukan berarti kemanusiaan gw lantas mati.

IMG-20160413-WA0001

Sumber: berbagai grup WA

 

Lagi dan lagi. Kita dihadapkan oleh Reizm yang terus merampas rakyatnya. Merampas tanah kita, milik kita, sumber kehidupan kita. Tanpa ampun.

Reklamasi pantai menjadi ancaman tidak hanya di Bali dan Jakarta tetapi juga sejumlah wilayah lainnya. Sementara isunya meninggi justru karena konstelasi politik, isu korupsi, dan dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang orientasinya hanya kekuasaan.

Lihat saja di koran-koran, fisik maupun virtual. bisa juga di media-media sosial. semua ribut soal siapa kenal siapa. soal berapa lama diperiksa, atau soal haters vs cyber army

Orang masih ribut
Luar Batang digusur
Rata
Tak peduli seorang ibu masih kebingungan mencari anaknya
Diiringi tangis dan raungan perempuan yang dicerabut
Bukan hanya tanah ataupun ekonomi
Tapi dicerabut dari kehidupan mereka.

Lalu malam ini,
9 perempuan yang kakinya ditanam di dalam semen
Simbol keterpasungan hidup mereka oleh tambang semen

Lalu tidak bolehkahku sekedar menangis?
Meski menangis tidak bisa menghasilkan apa-apa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s