betapa nilai penghargaan terhadap sesuatu yang sifatnya material tu sudh merasuk sampai sumsum tulang budaya kita.

Mungkin sulit untuk menerima ide bahwa mencari kebahagiaan itu tidak sama dengan mencari uang. Bahwa mungkin ada kebahagiaan tanpa menghitung materi yang kita timbun.

Padahal punya kuasa untuk mengambil keputusan dalam setiap langkah hidup itu lebih membahagiakan dibandingkan rumah mewah bertingkat. Padahal punya otoritas atas tubuh pikiran dan hasil kerja itu jauh lebih membebaskan daripada punya mobil mewah keluaran terbaru.

Selama ini kita selalu dituntut untuk mengejar materi. Bukan hanya uang, tapi juga jabatan, karier yang cemerlang, ijazah tinggi, atau bahkan membangun keluarga dengan suami yang ‘materi’ nya juga dianggap baik.

Padahal hidup tanpa ambisi materi itu bukan berarti hidup tanpa tujuan. Kenapa begitu sulit menerima bahwa hidup yang maju itu bukan berarti melompat dari anak tangga satu ke anak tangga yang lebih tinggi. Entah anak tanga jabatan, atau anak tangga gaji yang dimaksud.

Memangnya kenapa kalau saya cuma mau begini-begini saja? Kenapa kalau target saya hanya ingin melakukan apa yang saya bisa  lakukan,  seoptimal mungkin untuk apa yang saya percaya benar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s