Konversasi

Hai dunia,
Hidup berjalan seperti biasa. Matahari terbit dari timur, satu mingu tetap hanya berisi tujuh hari, dan presiden baru kami tentu saja belum memperlihatkan perubahan di masa kerjanya yang baru seujung kuku ini.

Hidup berjalan seperti biasa. Dengan tumpukan pekerjaan yang menagih untuk dikerjakan. Dengan to do list yang selalu bberhasil kucoret namun daftarnya tetap terus bertambah. Dengan rutinitas menyenangkan namun terlalu biasa. Penuh tawa dan canda, namun hanya menghadirkan senyum yang biasa. Itu-itu saja.

Hidup berjalan seperti biasa. Dengan perdebatan yang memang dirancang untuk tidak berujung. Dengan harapan yang terus ditumbuhkan setinggi bintang, namun tak dirangcang untuk dicapai karena berjuta alasan.

Aku hanya bagian teramat kecil dari bumi yang katanya terus berotasi ini. Bumi yang semakin tua, sakit-sakitan, dan entah sampai kapan mampu mempertahankan kekuatan. Bumi yang jika aku ajak bicara, lalu bercerita panjang lebar. Tentang seorang ibu yang setiap pagi pergi ke hutan mencari kayu bakar. Tentang seorang anak berusia 6 tahun yang menjaga adiknya dalam kelelapan. Sementara di tanah lainnya, seorang penjahat berdasi sedang menandatangani seuah kertas berisi jutaan hektar tanah akan ditelan. Beribu keluarga yang akan tergusur, ratusan pemudi pemuda yang kehilangan lahan untuk digarap

Aku bagian teramat kecil dari dunia yang tengah berjalan. Dari Kamu, Anda, Kalian yang sibuk menikmati indahnya dunia, dengan atau tanpa menutup mata dari fakta yang telah terpapar. Karena dunia selalu menawarkan sisi manis untuk dikecap. Mampukah aku, mampukah Anda mengecapnya? Ah, aku tidak sedang bertanya pada Anda sebenarnya. Tapi kepadaku sendiri. Kepada sebutir debu yang paling tidak diperhitungkan, yang memang tak pernah meminta untuk perhitungan.

Kadang aku lelah dengan percakapan ini. Percakapan tanpa akhir, tak berujung, karena debat yang dibuat memang tidak untuk diselesaikan, termasuk mendebat diri sendiri. Namun dari sanalah aku tahu aku hidup. Dari sanalah aku tahu bahwa aku berpikir, bahwa aku masih menjalankan fungsiku sebagai manusia. Berpikir, bernalar, bertindak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s