….

Aku mengecewakannya.

Lagi dan lagi, tak henti-henti kutubi dia dengan kecewa

Saat kakinya akan melangkah menuju perjuangan yang ingin ia raih

Egoku terus melawan meskin hatiku terasa perih, kembali harus berhadapan dengan kecewanya

Dia marah. Aku tahu, tanpa pun dia beri tahu. Tapi dia pun tegas berkata begitu

Aku dengar gemetar suaranya yang disampaikan kabel entah berapa ratus meter

Aku rasakan amarahnya meski wajahnya tak Nampak di hadapanku

Sesal tentu datang

Seharusnya tak kuucap langsung kata tidak itu,

Biarkan surga telinga kucipta, meski kubuat untuk nantinya kuruntuhkan sendiri

Ah percuma saja

Toh ujung-ujungnya aku hanya bisa membuanya kecewa

Ketika benar baginya bukan benar bagiku

Ketika dia ingin aku bahagia, tapi dengan cara yang dia tidak tahu itu akan membuatku tidak bahagia

Mungkin dia berharap aku kembali kecil

Hidup di dalam dunia mungil, di bawah penjagaannya

Mendengarkan setiap perkataannya, percaya, dan memiliki ingin sederhana

Bukan seperti sekarang,

Kerap mengejutkannya dengan kalimat-kalimat tak terduga

Dan ujung-ujungnya membuat dia kecewa.

Cinta saja tak cukup

Kasih sayang kadang berbenturan dengan kepercayaan dan perbedaan

Bisakah kita beda?

Bisakah aku hidup dengan orang yang berbeda?

Bisakah beda tidak membuat kecewa?

Aku pun kecewa

Entah pada siapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s