Tak Bernama

Ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan dalam hidup ini. Perasaan. Sedih, marah, khawatir, cemburu, senang,  bahagia, cinta. Dari semua itu yang bisa kita kendalikan hanyalah manifestasinya. Mengangkat dagu seraya berkata pada dunia aku baik-baik saja. Mengembangkan senyuman lebar dan menertawakan kehilangan. Atau sebaliknya. Berwajah datar ketika hati bergejolak senang. Berbicara tenang, padahal degup jantung hampir mengalahkan suara itu sendiri.

Tapi rasa itu. Tetap ada. Bersarang, mengisi setiap rongga hati. Kadang memberi semangat, kadang menggerogoti. Diredam setengah mati oleh logika sepanjang hari. Tapi di malam hari ketika kita sendiri. Di dalam sunyi, mereka muncul mengganggu tidur. Dalam bentuk air mata, atau senyum yang tak lagi bisa ditahan.

Rasa

Kehadirannya membuat hidup lebih berwarna.

Tapi bagaimana jika rasa tak diberi tempat. Baru hadir sejenak, dia ditumpas oleh logika. Ketika pikir mengalihkan dengan segudang pekerjaan yang tiada henti. Rasa itu bahkan tak bernama. Tak tahu apakah dia sedih, bahagia, atau patah hati. Nama-nama itu teredam tak mampu didefinisikan. Dia menjadi laten tak terungkapkan, bahkan tak bernama.

Haya saja, sebuah lagu bisa membuatmu menangis tanpa kamu tahu kenapa

Hanya saja, mulutmu menceracau tak terkendali tanpa kamu tahu kenapa

Hanya saja, kamu hanya ingin sendiri tanpa kamu tahu kenapa

Rasa itu tetap ada, tetap tak bisa dikendalikan, tetap mempengaruhi setiap langkah kehidupan

Meski dia tak bernama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s