Siang Hingga Sore Tadi

sebuah catatan kecil dari sidang putusan kasus perkosaan terhadap YF oleh empat orang petugas transjakarta (Selasa, 8 Juli 2014)

Kemarin malam itu, hanya sehari lebih beberapa jam menjelang pilpres. Saat tulisan sahabat saya tersebar begitu luas, mendapatkan tanggapan, dukungan. mewarnai timelineku dengan ratusan mention yang menyeruak berani di antara capres-capresan.

Tadi siang hingga sore, hanya beberapa jam menjelang Pilpres. Ketika mereka datang satu per satu. kawan lama, kawan baru, dari berbagai profesi, termasuk juga media. jumlahnya banyak. terbanyak sepanjang kasus ini berjalan di pengadilan

mereka hadir sejak pk 12.30. menunggu dengan sabar meski sidang yang dijadwalkan pk13 itu baru mulai pk 17.13. meski ruang sidang kerap berganti beberapa kali, dan berakhir di ruang sidang yang sangat sempit. meski di sidang sebelumnya jaksa menuntut dengan angka teramat kecil

ada yang bilang hakim sengaja menunda putusan berjam-jam agar media tak lagi meliput, massa tak lagi ikut. ada yang bilang hakim membacakan putusan dengan teramat pelan dan gemetaran lagi-lagi untuk menghindar media. ada yang bilang sidang ditunda karena putusan seketika diubah, melihatnya banyaknya media dan massa pendukung yang datang. Ada yang bilang jika saja KITA tak ada, maka bisa jadi putusan hakim berbeda. bisa jadi putusan hakim menyatakan keempat pelaku perkosaan di transjakarta itu tidak bersalah.

Apapun itu, yang jelas hari ini saya melihat ketulusan. saya melihat harapan. saya melihat perjuangan, dan kobaran semangat untuk melawan.

Terima kasih YF, seorang perempuan pemberani yang memilih untuk tidak diam, perempuan hebat yang memilih untuk melangkah tegap. mengajarkanku, menggerakan kami, membuatku merasakan semangat dan harapan

Kita tidak kalah, kita sudah melawan dan akan terus melawan

Keempat terdakwa diputus dengan hukuman penjara 1,5 tahun dipotong masa tahanan. Sesuai dengan tuntutan jaksa, yang kami sangat kaget, ketika tuntutan itu dibacakan. Putusan dan tuntutan itu sangat tidak sebanding dengan trauma yang dialami korban.Entah sampai kapan keberanian korban kekerasan seksual terus dibungkam oleh peradilan yang tidak adil bagi mereka. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s