Kegelisahanku Sendiri

Sendainya aku mampu meredakan gelisahmu,

Namun mampuku hanya menahannya tuk sementara

Gelisah itu kerap datang tak menentu,

Berpijak tanpa izin, menetap, di setiap rongga pikirmu

Dia seakan mengalah dan hilang sesekali,

Membuatku tenang, meredakan gelisahku sejenak saja

Lalu di tengah perbincangan ringan kita

Di tengah tema keriangan yang begitu sederhana

Di tengah belai manja dan senyum sayang di paras elokmu

Gelisahmu datang lagi,

Menggeliat, bertanya, dan menuntut

Tak jarang berakhir pada air mata

Seakan ketiadaanku berarti sunyi bagimu

Seakan jarak yang hanya beberapa jam saja membuatmu beku

 

Seandainya aku mampu meredakan gelisahmu, Ma

Namun aku memiliki kegelisahanku sendiri

Yang hanya bisa reda

Pada apa yang membuatmu gelisah

Maaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s