Terlewat

Ada titik ketika kita terus berjalan. Tahu kemana tujuan, dan kakipun melangkah mantap, tak sekalipun ragu. Namun pada titik yang sama kita melangkah hanya lurus ke depan. Tak menoleh ke samping, tak berpaling ke belakang. Meski banyak tangan melambai, dan paras tersenyum di sekeliling, mata kita hanya menatap ke depan, berjalan semakin kencang, lalu berlari juga semakin kencang.

Ketika titik dilampaui, jeda sedikit membuat kita berpikir. Ada sapa yang selayaknya dijawab, cinta yang seharusnya disambut. Hingga kita berlari ke belakang kembali, mencoba mengobati hampa akibat yang terlewat. Namun meski dengan dekap hangat atau kecup penuh rindu, semua, tak bisa kembali sama. Sudah lampau, sudah tak tepat.

Denpasar, 25 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s