Meski Jenuh

Hey,

Sebenarnya aku sudah mulai jenuh

Pada relasi kita yang terasa ada bergantug pada putaran waktu

Bertemu di akhir minggu, lalu senyap sepanjang enam hari berikutnya

Seolah tak mengenal, seolah tak saling peduli

Baru di hari Sabtu, atau minggu, saat sejenak aku memikirkanmu

Dalam beberapa jam saja, sosokmu muncul di hadapanku

Lalu senyap lagi, dan berputar lagi

Seperti putaran waktu

 

Jenuh itu bahkan kerap kuumbar

Pada sahabat, pada saudara, pada siapa ku biasa berbagi cerita.

Stagnan, monoton, ga dinamis.

Tiga kata yang kugunakan ketika mereka kerap bertanya, tentang kamu, tentang kita.

 

Tapi tetap saja ku tak kuasa

Meski ku tengah menikmati performance band favoritku, yang kamu bahkan tak tahu

Ketika sebuat notifikasi mengantarkan pesan darimu

Kutinggalkan basa basi, kulangkahkan kaki, menemuimu

Kitapun bertemu, kembali, menjalani relasi yang bergantung pada putaran waktu

 

Hey, mungkin sekali saja waktu suaku denganmu dalam seminggu

Tapi sulit tuk mengelak bahwa aku menikmati itu

Aku suka melihat wajahmu yang kebingungan mencariku

Suka ketika kamu kerap menoleh seraya menertawaiku

Menatap wajahku yang cemberut ketakutan semakin terbenam di lenganmu

 

Hey,

Kamu tampan sekali malam ini

 

Terima kasih telah memperlakukanku dengan teramat sederhana. Menatapku sejajar, menilaiku dari sudut pandang yang mudah. Membuatku merasa sebagai, perempuan.

 

3 Agustus 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s