Relaksasi

 

Kemarin tanpa sengaja aku memgikuti salah satu kelas di Fitness First, yaitu kelas Body Balance. Bod Balance memadukan antara tai chi, yoga, philatest, dan teknik-teknik lainnya. Jangan Tanya bisa apa nggak. Ini kelas paling susah yang pernah aku ikuti sejauh ini. Mendingan disuruh jejingkrakan di Zumba atau Body Combat deh. Tapi tulisan ini bukan untuk membahas kelas-kelas itu. Tulisan ini Cuma ingin sedikit berbagi pengalaman yang aku dapat di sesi relaksasi.

Di akhir sesi, instruktur meminta kami untuk berbaring santai di atas markas. Lalu dia menyetelkan lagu yang lembut, meminta kami menutup mata, membayangkan energi positif masuk perlahan-lahan ke tubuh kami, dan membuat kami semakin nyaman. Pendeknya, dia menggunakan metode hypnosis, yang sebenarnya tidak asing lagi buatku. Karena sejak beberapa tahun lalu, aku juga beberapa kali mengikuti kelas-kelas hypnosis, termasuk relaksasi dan self healing. Namun memang sudah lama aku tidak mempraktikan hal-hal tersebut. Sehingga relaksasi semalam, kembali memberikan efek yang dasyat pada diriku.

Gambar pertama yang muncul adalah ingatan ketika aku bersentuhan dengan alam. Beberapa moment yang belum lama ini kualami. Di anyer, dan di Thailand. Saat-saat aku merasa betapa awan begitu indah, betapa angin begitu lembut membuat kita nyaman. Saat aku merasa betapa berkomunikasi dengan semesta senantiasa menghadirkan rasa syukur di diriku. Dan yang terpenting, berbicara dengan semesta juga berarti berbicara dengan diri kita sendiri. Dengan tubuh, dengan pikiran, dengan hati. Aku yang merasa, betapa sebagai individu, aku sudah sangat bahagia.

Lalu tiba-tiba muncul wajah anak-anakku. Kirana yang ketika baru lahir memberikan sekilas senyumannya saat pertama kali aku melihatnya. Tristan kecil yang setiap aku pulang sekolah/kuliah, berteriak dengan kencang memanggil namaku. Radit yang kerap tertidur di pangkuanku di mobil, dengan posisi yang selalu sama. Muthia kecil yang  panggilan khasnya selalu menbangunkanku dari tidur, saat semester akhir di kampus aku terbiasa bangun siang, karena tinggal mengerjakan skripsi. Derryl yang saat bayi kalau tidur tidak perlu digendong, tapi cukup dipeluk di tempat tidur, Dylan yang matanya tetap terbuka saat tertidur di lenganku. Dan Arsa, yang langsung mencondongkan tubuhnya, dan mengulurkan tangannya ke arahku, ketika melihatku pulang setelah perjalanan enam hari ke luar kota.

Di titik itu, aku tersadar. Bahwa aku sudah memiliki begitu banyak harta, begitu banyak kebahagiaan, begitu banyak kasih sayang.

7 miracles

Sosok mamapun muncul. Mama yang hingga saat ini, masih memperlakukanku sebagai anak bungsunya, putri kecilnya. Selalu memelukku kapanpun aku butuh. Menangis terharu untuk beras pertama yang kubeli untuk keluarga. Mama yang keningnya tak pernah luput kukecup hampir setiap malam, kapanpun aku tidur di rumah.

Di titik ini aku berucap:

Aku tak kan mau menukar hidupku dengan hidup siapapun, menggantinya dengan apapun.

 

Dan bayanganku tak berhenti sampai di situ. Aku melihat aku, berdiri di antara apa-apa yang kukerjakan sekarang. Wajah-wajah tersenyum buruh migrant yang berhasil pulang. Tawa canda kawan-kawan seperjuangan. Berbagai kesempatan yang aku dapatkan. Bertemu banyak orang. Belajar dari setiap kata, rasa, manusia, dan kebijaksanaan alam yang aku temui. Gila ya, segininya aku dikasih kesempatan. Untuk hidup, untuk berada di sini, melakukan apa yang aku suka, menyukai apa yang aku mau, mencintai yang aku punya.

Tuhan, aku tahu Engkau ada

Aku berbicara padamu melalui semesta

Engkau berbicara padaku melalui kasih sayang yang tertumpah tak terbatas

—————II—————-

Ketika sesi relaksasi selesai

Akupun membuka mata dengan beberapa tetes air mata.

Air mata bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s