14 Juli 2013

Terlambat

Saat kamu merasa, yang kamu butuhkan hanyalah sederhana. Sederhana seseorang yang bisa membuatmu merasa nyaman

Saat kamu merasa dialah rumah tempat kamu berteduh ketika hujan

Ruang yang tetap sejuk ketika panas terik

Sudut yang selalu membuatmu nyaman, meredakan segala amarah dan kepedihan

Pelabuhan terakhir di mana kamu selalu kembali, kemanapun kakimu telah melangkah jauh

Saat kamu menyadari, yang kamu inginkan begitu sederhana, sesederhana bisa menumpahkan segala pikiran, tanpa sekat, tanpa selimut kepura-puraan

Saat kamu menyadari dialah yang selalu ada di sampingmu

Telinga yang mendengar setiap kata yang terucap dari bibirmu

Mata yang menyimak segala ekspresi dari raut parasmu

Mulut yang memberikan tanggapan yang selalu pas, tak pernah kau rasa kurang, namun juga tak pernah berlebihan

Hati yang membuatmu merasa bebas, berbicara apapun yang kau rasa, berbagi segala yang kau pikir, semuanya, hingga detil-detil yang tak pernah kau bagi dengan seorangpun yang lain

Saat kamu tersadar,

Bahwa yang kamu cari sebenarnya begitu dekat

Bahwa yang kamu butuhkan tepat berada di hadapanmu

Saat yang sama kamu menyadari

Terlambat

Karena dia sudah berhenti berlari, memutuskan menyerah, tak lagi mengejarmu

Meski dia selalu ada kapanpun kamu ingin pulang

Meski hatinya tak pernah berubah, selalu lapang tuk menampung tumpahan rasa dan pikirmu

Namun kini kamu harus berbagi

Dengan perempuan lain, yang disebutnya sebagai kekasih

Bukan Kita

Kita berbincang tentang masa lalu

Tentang kita di masa putih-biru dulu, segala kebodohan, segala kekonyolan, segala kesalahan yang membuat kita, menjadi kita.

Menyebut satu demi satu nama, kawan kita,

dan segala cerita masa lalu mengalir begitu lepas, lugas,

tentang kita

Kita bebicara tentang kini

Tentang rutinitas yang seringkali menjebak kita, namun tetap tak mampu menghentikan kita untuk terus bermimpi

Tentang kita yang seringkali harus berpergian, kehilangan pakaian, dan stok lebih pakaian dalam

Tentang kita yang percaya bahwa semesta saling terkoneksi

Tentang kita yang mencoba belajar dari bijaksananya sang semesta

Tentang kita yang bergerak bukan sekedar demi sebuah konsep bertajuk surga-neraka

Karena kita percaya hati nurani yang tak buta

Dia yang menuntun setiap langkah kita ke jalan kebaikan

Kita berbincang tentang bagaimana jika surga dan neraka tak pernah ada

Berimajinasi bagaimana jika kitab suci sebenarnya merupakan mahakarya imajinasi manusia. Lebih hebat dari J.K Rowling. Lebih ajaib dari JRR Tolkien

Kita…

Lalu,

Kita bebicara tentang masa depan

Tentang hal-hal yang sedikit ekstreem

Bagaimana jika harus menghabiskan masa tua sendirian

Tentang kemungkinan adopsi atau donor sperma

Juga tentang impian sederhana

Sekolah, bekerja, berkarya

Tapi kita tidak berbicara tentang kita

Hanya tentangku dan masa depan

Dan sedikit tentangmu dan masa depan

Bukan kita

Sejajar

Ingatkah?

Dulu aku pernah berkata

Sekencang apapun kamu berlari, kamu takkan pernah bisa mengejarku, menandingiku, menyejajariku

Seandainya waktu bisa diputar

Dan kata-kata bisa ditarik

Kalaupun kamu tak berlari mengejar

Akulah yang akan menunggumu, menyejajarimu

Minggu, 14 Juli 2013

Image

sumber/source: http://kisahkisah.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s