Menjerit

cabe

Kalau beberapa waktu lalu, melalui twitter, saya menyampaikan ‘jeritan’ sopir angkutan umum, kali ini giliran saya yang menjerit. Bagaimana tidak? Ongkos sehari-hari dan uang makan sudah melonjak, dengan jumlah yang kalau dihitung-hitung sebagai pengeluaran bulanan, ya cukup signifikan. Mau masak lagi di rumah, dan bawa bekel, kebingungan pas belanja gegara cabe aja harganya Rp100 ribu perkilo. Belum lagi pas ngeliat tagihan listrik. Ampuuuunnnnnnn, berasa banget, naik sekitar 20% dari biasanya. Padahal bulan kemarin itu saya banyak tidur di luar rumah, jadi pemakaian listrik seharusnya lebih kecil dari biasanya.

Mau ga mau akhirnya kepikiran juga sama biaya sehari-hari, yang mau ga mau tetap harus dibayar, berapapun mahalnya. Jadi teringat lagi percakapan sopir angkutan umum waktu awal-awal BBM naik. Percakapan itu terjadi pada tanggal 21 Juni lalu, dan sekarang sayalah yang merasakan langsung akibat dari kenaikan BBM. Nah, kalau saya saja merasakan beratnya biaya hidup, apalagi sopir angkutan umum, tukang ojek, pemulung, dan banyak kelompok masyarakat lainnya?

Copy paste dari tweet tanggal 21 Juni:

Sopir angkot: “Serba salah, mau naikin tarif penumpang marah2. Klo nggak, berat buat kitanya krn BBM udh naik”

Penumpang:”tarif angkot naik, gaji buruhnya tetep ga naik.”

Sopir: “Baru saja UMR buruh naik, 2,2, dibebanin BBM naik, jd g berasa, mana sebentar lg naik2an tahun ajaran baru, mana mau puasa”

Penumpang: “yah udah didemoin kayak apa jg tetep aja dinaikin. Yg di sana udah ga peduli”

Jadi, Omong kosong lah segala teori hebat yang digembar gemborkan. Nyatanya ada (banyak) masyarakat yang dikorbankan

Bagi teori-teori itu, mereka hanya sederetan angka. Sebatas bilangan yg nilainya naik & turun

Kita sering lupa bahwa mereka adalah manusia. Ayah, Ibu, Isteri, Suami, Anak yang menjadi pencari nafkah keluarga

Ini menyangkut manusia. Menyangkut kualitas hidup, pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, bahkan nyawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s