Seandainya Beliau Membaca Sedikit Saja

Lucu memang menyaksikan orang yang tak paham feminis, tapi berbicara panjang lebar tentang feminis. Katanya begini:

 

feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses

 

feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan

 

feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dll

 

menurut pandangan feminis | IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita

 

wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga

Jadi tertawa geli. Apa hubungannya, feminisme dengan menganggap Ibu Rumah Tangga adalah budak? Apa hubungannya feminis dengan mobil mewah? Apa hubungannya feminis dengan buka aurat?

Seandainya beliau mau sedikit saja membaca, seharusnya beliau tidak buta, bahwa angka kekerasan terhadap perempuan, perkosaan, terus tinggi.

Seandainya beliau membaca sedikit lagi, seharusnya beliau juga melihat, betapa banyak diskriminasi, pelabelan negatif, beban ganda, terhadap perempuan, hanya karena dia perempuan

Ini tentang perempuan yang diceraikan, ditinggal begitu saja, harus menafkahi anak-anaknya sendirian, padahal selama ini dia dilarang bekerja oleh suaminya.

Ini tentang perempuan-perempuan yang pagi harinya harus bekerja memecahkan batu, dan menjadi pekerja seks di malam harinya. Sementara sang suami hanya berjudi.

Ini tentang buruh-buruh yang bekerja siang dan malam, 48 jam tanpa istirahat, yang harus tetap bediri walaupun sedang haid, dengan upah yang jauh lebih rendah daripada laki-laki.

Ini tentang korban pemerkosaan yang tak berani bersuara. Yang harus mengalami pemerkosaan berkali-kali lagi ketika polisi, jaksa, hakim, advokat bertanya dengan bahasa-bahasa intimidatif.

Ini tentang korban KDRT yang tetap tidak diizinkan (melalui putusan) cerai oleh hakim karena si suami tidak mau menceraikannya.

Ini tentang korban pelecehan seksual yang diremehkan laporannya dan dianggap berlebihan padahal pelecehan seksual itu berdampak trauma seumur hidup.

ini tentang perempuan-perempuan yang tidak bisa sekolah karena dianggap ujung-ujungnya akan kembali ke dapur, sumur, kasur

Ini tentang perempuan yang dibatasi keinginannya, dianggap hak milik oleh keluraga dan masyarakatnya, dianggap tabu ketika melakukan ini itu, hanya karena dia perempuan.

Dan ini adalah tentang tentang lainnya, yang bisa memenuhi entah berapa halaman lagi blog ini

Karena itu semua fakta, ini semua kejadian riil yang bisa kita saksikan di masyarakat. Bukan semata-mata karena nasib. Bukansemata-mata karena kejahatan pelaku. Tapi karena dia perempuan. Karena struktur budaya patriarkis yang menganggap perempuan sebagai hak milik, yang tugasnya ‘hanya’ mencakup ranah domestik. Mengurus anak, mencuci, membersihkan rumah, memasak, yang tak mampu menghasilkan uang.

Kesadaran akan relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan, (yang pada akhirnya juga dialami transgender) dalam struktur budaya patriarki, dan bergerak untuk keluar dari situasi ketidakadilan tersebut. Kalimat ini, merupakan definisi feminism yang saya pahami, saya yakini, saya jalani.

Maka tak ada hubungannya feminism dengan berjalan kaki, atau mobil mewah, dengan menjadi Ibu Rumah Tangga atau pengusaha, dengan Jilbab atau rok mini.

Seandainya beliau mau sedikit saja membaca, tentunya dia akan menemukan fakta-fakta.

Betapa banyak feminis, ibu rumah tangga, mengenakan jilbab, berjuang melawan perusahaan yang merampas rumah mereka

Betapa banyak feminis, aktivis, sehari-hari berjuang untuk hak-hak perempuan, dan hidup sama sekali tanpa kemewahan. Berjalan kaki, celana jeans butut, dan kaos gratis bekas kampanye

Betapa banyak feminis laki-laki, turun ke jalan, menyerukan “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan.”

Yup, feminis bahkan bukan monopoli perempuan.

You are what you tweet

Tweet seseorang adalah cerminan dari kepribadian orang tersebut, termasuk cerminan pengetahuan ataupun kedalama dan kedangkalan berpikir.

padahal saat itu isu feminisme sedang santer | wacana wanita karir sedang panas-panasnya | arus genderisme mewabah

Entah apa yang dimaksud dengan GENDERISME. Saya pun baru pertama kali mendengar kata itu. Tapi yang jelas menyejajarkan feminism dengan gender(isme) adalah kelucuan lainnya. Gender adalah perbedaan peran perempuan dan laki-laki, berdasarkan konstruksi budaya. Si gender ini yang mengotak-ngotakan peran publik untuk laki-laki, peran domestik untuk perempuan. Gender ini pula yang bilang perempuan lemah, laki-laki kuat. Jadi logika sederhananya, masa iya feminis dan gender adalah kesatuan gerakan?

Saya tidak mengerti, apakah yang sedang terjadi sebatas keterbatasan pengetahuan, atau meminjam istilah kawan saya, Veronica Koman, yaitu Hegemoni patriarki. Hegemoni terhadap akal dan kecerdasan, diwariskan secara turun menurun, dibungkus atas nama agama, sehingga dianggap sebagai kebenaran tunggal.

dialah suami yang baik bila dia bisa membuatmu makin taat | dialah istri yang sempurna bila karenanya engkau jauh dari maksiat

Jadi, tugas isteri adalah taat. Dan ketika suami melakukan maksiat, itu adalah kesalahan si isteri karena dia tidak baik, dia tidak mampu menjauhkan suami dari maksiat.

Seandainya Beliau Mau Membaca Sedikit Saja

————

“Pemahaman feminisnya berdasarkan prasangka. Pdhl sebagian dr prasangka adl dosa lhoh” (Arieska Kurniawaty)

Ayat Al Qur’an yang pertama kali turun secara mutlak adalah potongan lima ayat pertama dalam surat Al Alaq, yang diawali dengan Iqro (bacalah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s