Sastrotomo si Tukang Pelesir

Image

Disusun sebaga draft untuk teaterikal aksi menanggapi Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri.

Tokoh:

1. Sastrotomo: Ayah yang menjual anaknya demi uang

2. Sanikem: Anak Satrotomo yang dijual ayahnya untuk menjadi Buruh Migran

3. Calo/Majikan/Agen: yang membeli Sanikem dan memberikan uang kepada Sastrotomo

4. Narator

Narasi:

Alkisah di sebuah negeri, hiduplah seorang Bapak bernama Sastrotomo. Sebagaimana keluarga biasanya, Sastrotomo memiliki kewenangan untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam keluarga. Si Bapak, memiliki kuasa, terutama atas isteri dan anak-anak perempuannya.

 

Adegan: Sastrotomo, mondar-mandir, dengan gesture berkuasa

 

Narasi:

Rupanya, Sastrotomo gemar berpelesir. Dia suka sekali berpergian ke wilayah lain, sambil berbelanja barang-barang yang mewah. Dia tidak pernah peduli pada keluarganya. Bagi dia, pendidikan dan kesehatan untuk anak-anaknya sama sekali tidak penting. Yang penting adalah, dia bisa terus berpelesir sambil berbelanja.

 

Hobi ini tentunya membutuhkan banyak biaya. Namun Sastrotomo tidak suka bekerja. Kalau tidak sedang berpelesir, ia hanya mau tidur, dan tidur. Sampai suatu hari, ia kebingungan karena kehabisan uang.

 

Adegan: Sastrotomo tidur, bersantai, lalu terlihat pusing

 

Narasi:

Sastrotomo pusing, lalu dia melihat anaknya, Sanikem yang tengah tumbuh cantik memasuki masa remajanya. Sastrotomo pun memiliki ide untuk  menjual anaknya ke luar negeri, sebagai TKW, agar mendapatkan uang untuk berpelesir.

 

Adegan: Sanikem masuk ke dalam panggung, Sastrotomo, menatap anaknya yang sedang lewat. Kemudian dia memanggil Sanikem, Memandang wajahnya, dan tertawa terbahak-bahak. Sastrotomo pun menarik Sanikem ke luar panggung

 

Kemudian muncul seorang pria bersorban (calo/majikan/agen). Dia terlihat tengah menunggu. Tak lama kemudian, Sastrotomo datang menarik Sanikem. Sanikem meronta-ronta mencoba melepaskan diri, namun Sastrotomo tetap memaksa. Sastrotomo pun menyerahkan Sanikem ke pria bersorban dan mendapatkan sejumlah uang. Pria bersorban keluar panggung menarik Sanikem yang menangis ketakutan. Sementara Sastrotomo tertawa terbahak-bahak dengan sejumlah uang di tangan

 

Alternatif Penutup I:

Narasi Penutup: Sastrotomo merupakan gambaran dari pengambil kebijakan yang malas, dan tidak peduli pada rakyatnya. Untuk memenuhi keserakahannya, Sastrotomo bahkan menjual anaknya sendiri, demi uang. Kisah ini merupakan cerminan dari pemerintah dan DPR dalam membentuk kebijakan Buruh Migran. Buruh Migran, sebagaimana Sanikem dilihat sebagai komoditas yang menghasilkan uang, tanpa peduli terhadap perlindungan mereka.

 

Alternatif Penutup II:

Adegan: Sastrotomo terus bermain dengan uang, sambil tertawa, kemudian meninggalkan panggung.

Pria bersorban kembali masuk ke panggung, seraya menyeret Sanikem yang penuh luka lebam. Kemudian Sanikem ditiggalkan (sedikit didorong) oleh Pria bersorban. Teater diakhiri dengan lagu Darah Juang, sementara Sanikem menangis di panggung, Narator membacakan narasi penutup.

 

Narasi Penutup: Sastrotomo merupakan gambaran dari pengambil kebijakan yang malas, dan tidak peduli pada rakyatnya. Untuk memenuhi keserakahannya, Sastrotomo bahkan menjual anaknya sendiri, demi uang. Kisah ini merupakan cerminan dari pemerintah dan DPR dalam membentuk kebijakan Buruh Migran. Buruh Migran, sebagaimana Sanikem dilihat sebagai komoditas yang menghasilkan uang, tanpa peduli terhadap perlindungan mereka.

catatan: Sastrotomo adalah tokoh di dalam tulisan Pramoedya Ananta Toer. dia menjual anaknya, Sanikem (Nyai Ontosoroh muda), demi mendapatkan jabatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s