BMP PRT: Kontribusi Maksimal Perlindungan Minimal

Setiap tahunnya, Negara kita membayar utang dengan jumlah yang sangat besar. Tahun 2011, sebesar 140,584 triliun, terus meningkat di tahun 2012, menjadi sebesar 167,51 triliun, dan kembali meningkat di tahun 2013 (berdasarkan RAPBN), sebesar 171,648 triliun.

Namun tahukah, bahwa ada utang Negara yang jauh lebih besar dari angka-angka di atas. Utang yang jauh lebih besar, namun justru tidak pernah dibayar oleh Negara. Utang itu adalah utang, untuk perlindungan Buruh Migran. Warga Negara yang terpaksa bekerja di luar negeri, sebagai buruh pabrik, sebagai pekerja di perkebunan, dan terutama yang terbesar, sebagai pekerja rumah tangga.

Kelompok yang selama ini memberikan kontribusi untuk pembangunan bangsa, yang devisanya dinikmati untuk membangun jalan raya, membangun gedung DPR, menggaji presiden, dan memberi makan menteri-menterinya. Kelompok yang selama ini dipandang sebagai angka-angka remitansi, Tahun 2011, mencapai 61 Trilyun, dan 2012, diperkirakan menembus angka 65 trilyun rupiah.

Namun, Buruh Migran hanya ditargetkan sebagai angka, terus dihitung keuntungannya, tanpa perlindungan yang komprehensif dan memadai, untuk mereka sekedar bekerja layak dan aman, serta mendapatkan hak-hak yang memang sudah sepatutnya melekat pada diri mereka. Sebagai warga Negara, sebagai buruh migran, sebagai perempuan.

Mereka, buruh migran yang 72% nya adalah perempuan, yang 92% di antaranya bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Mengalami kerentanan, dipukuli, dianiaya,diperkosa, dipenjara, ditahan gajinya, tidak boleh pulang, dilarang berkomunikasi dengan anggota keluarga, diisolasi di dalam rumah, dieksploitasi dengan jam kerja mencapai 18 jam, tanpa berhak libur mingguan dan cuti. Masih banyak. masih sangat banyak kekerasan dan pelanggaran hak Buruh Migran, karena utang Negara yang tak pernah dilunasi.

Daftar Utang SBY dan DPR:

  1. Mendukung Konvensi ILO No. 189 tentang Kerja Layak bagi PRT dan menjadikannya acuan dalam penyusunan peraturan nasional yang melindungi PRT

  2. Mengesahkan UU Perlindungan PRT

  3. Membahas dan mengesahkan Revisi UU No. 39/2004 untuk perlindungan pekerja migran berdasarkan Konvensi PBB tahun 1990 dan CEDAW

Gabung yuk, aksi KAPPRT&BM (Komite Aksi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan Buruh Migran), dalam rangka Hari Migran Internasional.

Selasa, 18 Desember 2012, di istana negara (kumpul di depan patung kuda indosat jam 9 pagi)

Akan ada orasi, puisi, monolog, dan teaterikal🙂

Kepedulianmu, kontribusimu untuk anak bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s