Rabu Perempuan: Tidak ada yang Menjaga Hak-hak Perempuan di Internet

Tulisan untuk blog:

perempuanerotis.blogspot.com

Saat ini, peggunaan social media sudah menjadi hal yang umum. Jumlah penggunanya pun sangat banyak, mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia juga sangat besar. Jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai 43,06 juta. Sementara jumlah pengguna twitter adalah 19,5 juta, dan Indonesia menjadi negara yang sangat ‘cerewet,’ dengan jumlah tweets 12% dari jumlah seluruh tweet di dunia.
Namun, banyak yang tidak sadar Internet juga merupakan ranah kejahatan terhadap perempuan. “Tidak ada yang menjaga hak-hak perempuan di internet,” ungkap Nani Buntarian, aktivis perempuan yang sejak tahun 1998 menginisiasi penggunaan mailing list untuk gerakan perempuan. Hal ini terungkap dalam diskusi Rabu Perempuan di Kedai Tjikini, Rabu 24/10 lalu. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Komnas Perempuan dengan bekerja sama dengan Jaringan Perempuan Eksplorasi Hak Internet dan Seksualitas (Perempuan Erotis) tersebut, terungkap berbagai pengalaman kekerasan terhadap perempuan di internet. Penipuan sampai pelecehan seksual terjadi di internet tanpa ada ‘polisi’ yang mengawasi dan menindak tegas pelakunya.
Saat ini kekerasan terhadap perempuan tidak lagi hanya secara fisik, tapi juga secara online. Kerentanan perempuan di internet tidak terlepas dari budaya patriarki. Di internet, perempuan dilihat sebagai tubuh, bahkan objek seksual. Untuk menghadapi hal tersebut, kita harus bisa menjaga privasi kita sendiri, dan menyadari risiko-risiko ketika kita menggunakan internet. Meminjam istilah yang diungkapkan Nani Buntarian, “New Media seperti laut, bisa jadi sangat menyenangkan, tapi bisa jadi mematikan.” Internet harus dianggap sebagai extended reality, bukan sekedar tempat bermain. Sehingga apa yang terjadi di internet tidak terpisah tegas dengan apa yang terjadi di dunia nyata.
Kita juga harus menyadari bahwa tidak ada yang gratis di internet. Layanan internet yang gratis kita bayar dengan data-data pribadi kita. Masalahnya data-data yang ada di internet akan terus berada di sana, meskipun sudah kita hapus. Data-data tersebut juga bisa dengan mudah di-copy dan disebarkan ke mana saja.
Namun, internet sendiri merupakan tools, bagaimana kita bisa menggunakannya untuk kepentingan hak perempuan. Apabila internet dianggap sebagai ruang bebas, maka kita juga bisa ‘memberikan hukuman’ pada pelaku kejahatan di internet. Kita harus mengumpulkan data-data kekerasan terhadap perempuan di internet, dan menjadikan data tersebut alat untuk memperjuangkan hak perempuan. Kalau mereka bisa ‘menelanjangi’ kita di internet, maka kita juga harus bisa mempermalukan para pelaku di internet. Kalau ada media yang melakukan kekerasan, maka kita juga harus menunjuk dan menyatakan perlawanan kita.
Tak hanya itu, kita harus mulai berpikir bagaimana perempuan merebut ruang politik di internet. Selama ini tidak ada yg memikirkan hak-hak perempuan di internet, hak mendapat informasi, hak berekspresi, dan lain-lain. Padahal ada kelompok-kelompok yg membicarakan internet. Karenanya Perlu dipikirkan Bagaimana perempuan bisa ada di dalam pembahasan-pembahasan tingkat tinggi, mengenai internet.
Untuk menambah tips bagaimana berinternet yang aman, di sela-sela diskusi juga ditayangkan beberapa video dari tactical tech. antara lain bagaimana ber-Facebook yang aman, password yang aman, bagaimana kerja terlepon selular men-track keberadaan kita, dan bagaiman tips dalam menggunakan internet di tempat publik (warnet).
Acara yang dihadiri puluhan pesera dari lembaga maupun individu yang concern terhadap hak perempuan dan internet ini berlangsung selama tiga jam. Berbagai permasalahan yang ada di internet tentu tidak selesai dibahas dalam satu pertemuan. Ke depannya, akan ada diskusi-diskusi lanjutan untuk terus memperjuangkan hak perempuan di internet.
Bagi yang ingin terlibat aktif dalam diskusi internet dan hak perempuan, siahkan menghubungi kami melalui:

Twitter: @perempuanerotis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s