65: Tentang Gerakan Rakyat yang Ditumpas

Postingan kali ini, adalah copas-an dari tweet2 saya semalam. Masih terkait 65, namun berbeda dari postingan-postingan sebelumnya yang lebih banyak membahas mengenai pelanggaran HAM yang terjadi, dan menuntut pengungkapakn fakta/sejarah.

Kali ini, saya ingin membahas mengenai pembungkaman gerakan-gerakan rakyat progresif yang sepertinya menjadi relevan untuk kondisi Indonesia saat ini.

Selamat menikmati, dan semoga bisa berdiskusi, karena pemikiran ini masih ‘mentah’ dan sangat membutuhkan proses diskusi di sana sini.

1. Kalo buat gw, #1Okt atau #30Sept adalah momen dimulainya pembungkaman terhadap gerakan-gerakan rakyat progresif..

2. Misalnya BTI, mengorganisir petani, menyadarkan hak-hak mereka, sehingga petani-petani tersebut bisa membela, memperjuangkan, & mempertahankan hak-hak mereka

3.Atau gerwani dengan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, memperjuangkan mendidikan untuk perempuan, menentang poligami, memperjuangkan suara perempuan di ruang publik, termasuk di ranah politik

4. Atau Lekra yang membangkitkan semangat kebangsaan dan perjuangan melalui sastra

5. Dan banyak organ-organ progresif lainnya, termasuk organ-organ lokal yg ditumpas habis pada masa itu, dgn tuduhan PKI/Komunis

6. Setelah gerakan-gerakan itu ditumpas, kondisi pasca #1Okt juga mematikan potensi munculnya gerakan-gerakan progresif di kemudian hari.

7. Banyak yang dibungkam, hanya karna berbeda suara dengan penguasa, lagi-lagi menggunakan dalih PKI/Komunis.

8. Akibatnya selama puluhan tahun, bangsa ini dikekang dr ide-ide kemajuan, terutama ide-ide kekuatan rakyat

9. Padahal kita sangat membutuhkan dokumentasi tentang gerakan-gerakan tersebut, yang ternyata relevan dengan keadaan sekarang

10. Apabila melihat situasi Indonesia sekarang dimana penguasa sangat korup & sangat tidak berpihak pada rakyat. Maka setidaknya menurut gw yang perlu dilakukan adalah pengorganisasian-pengorganisasian di tingkat akar rumput. Petani, nelayan, buruh, masy miskin kota,dll

11. Bagaimana menguatkan mereka untuk akhirnya mereka memiliki posisi politik yg kuat dlm berhadapan dengan pemerintah

12. Sulit untuk mengharapkan keberpihakan negara(pemerintah), maka rakyat harus kuat & memiliki bargaining position di hadapan negara

13. Sebenarnya saat ini sudah banyak ‘letupan-letupan’ di berbagai daerah. Banyak pengorganisasian yang dilakukan meski cakupannya hanya komunitas

14. Ke depannya, tidak hanya perlu memperluas gerakan-gerakan tersebut,tapi juga bagaimana gerakan-gerakan yang ada bisa terkoneksi & saling menguatkan satu sama lain

15. Dari satu komunitas petani misalnya, kepada anak-anak kita bisa ‘bermain’ melalui pendidikan. Membangun kesadaran kritis & semangat untuk ‘melawan’

16. Melalui perempuan-perempuan, diawali dengan pemberantasan buta huruf, lalu masuk ke hak perempuan, struktur relasi kuasa, termasuk dengan negara, dll

17. Juga untuk petaninya (perempuan/laki-laki) masuk dari problem pertanian, lalu soal lahan, akses & kontrol terhadap sumber daya alam memperjuangkan hak mereka termasuk dengan melawan penguasaan sepihak baik oleh korporasi maupun negara

18. Bayangannya si gitu,  dan letupan-letupan itu ga akan jadi letupan kecil kalau bisa saling terkoneksi & mendukung tadi

19. Kita yangg di kota besar misalnya menangkap letupan mereka dengan dukungan penuh termasuk advokasi level nasional dan internasional, bantuan hukum, dll

20. Balik ke #1Okt gw pikir perlu banyak belajar dr orang-orang yang masih hidup gimana menjalankan pengorganisasian grassroot seperti yg dilakukn BTI,gerwani,dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s