Tentang Anak-anak Buruh Migran Perempuan

Lina, 4 tahun, datang ke kantor berkata, ingin mencari Mamanya, yang saat ini berada di pengungsian Suriah

Raka, +/- 6 tahun, menyampaikan kepada Ibunya bahwa ayahnya menikah lagi ketika sang Ibu bekerja di luar negeri

(tulisan ini, merupakan salinan dari tweet-tweet saya, pada hari Anak Nasional 23 Juli lalu dengan hashtag #anakBMP)

Pernah ga ya kita berpikir tentang anak-anak Buruh Migran Perempuan?#anakBMP

Mumpung msh dalam rangka hari anak nasional nih, yang selama ini juga belum banyak diperhatikan adalah #anakBMP

Aku terinspirasi karena tadi masuk pengaduan kasus, yang dateng Ibu dr BMP, yang bawa cucunya (anaknya si BMP itu).. #anakBMP

Sebut aja namanya Lina (bukan nama sbenarnya). Ketika datang, & ditanya mau ngapain, Lina bilang dia mau cari ibunya #anakBMP

Lina berusian 4 tahun, ditinggal ibunya sejak dia berusia 1,5 tahun. Bahkan Lina tak ingat wajah ibunya #anakBMP

Ibunya bekerja di Suriah, karena tekanan ekonomi, &berutang besar untuk biaya persalinan Lina. Saat ini sang Ibu sudah 1 bulan di pengungsian#anakBMP

Karena itu, sejak kecil Lina diasuh oleh neneknya, dan belum pernah bertemu lg dgn ibunya sejak 2,5 tahun yg lalu #anakBMP

Ada cerita lain dr anak BMP yg lain, sebut saja namanya Raka (bukan nama sebenarnya) #anakBMP

Raka juga ditinggal sejak kecil oleh Ibunya yg bekerja ke timur tengah, & diasuh oleh Bibi dr si Ibu.. #anakBMP

Ketika Ibunya harus menghadapi penjara di Timur Tengah, Raka menghadapi kenyataan ayahnya menikah dengan perempuan lain#anakBMP

Ketika Ibunya pulang, maka Raka yg menginformasikan kepada Ibunya soal ayahnya. Usia Raka msh +/- 6 tahun #anakBMP

Coba deh bayangin dampak (psikologis) yang mungkin terjadi pd diri Raka #anakBMP

Lina dan Raka hanyalah dua dr sekian banyak #anakBMP yg terpaksa berpisah dr Ibunya, sejak kecil

Kalo berbicara tentang stereotype (pelabelan negatif) thd BMP, banyak yg kaitannya dengan #anakBMP

Stereotype itu memvonis bahwa  #anakBMP pasti nakal-nakal, karena tidak dididik oleh ibunya

Dalam hal ini perempuan sdh dibebani tanggung jawab mencari nafkah sbg BMP, tapi tetap menjadi pihak disalahkan apabila anaknya ‘dianggap’ nakal.#anakBMP

Kembali ke hak anak anak berhak u/mendapatkan suasana yg kondusif u/ dia tumbuh, & kasih sayang dr orang tuanya.. #anakBMP

Namun, #anakBMP harus berpisah dr Ibunya, bahkan seringkali juga ayahnya..

Situasi lainnya a/ ketika BMP memiliki anak di negara tempat ia bekerja. #anakBMP

Bahkan tak jarang kasus #anakBMP yg dilahirkan di penjara, karena Ibunya yg menjadi korban pemerkosaan justru dipenjara dg tuduhan zina..

Hak atas pendidikan mereka sering tidak terpenuhi, padahal hak atas pendidikan adalah hak dasar bg setiap orang.. #anakBMP

Ketika pulang seringkali BMP yang menjadi korban pemerkosaan dan memiliki anak tidak berani membawa anaknya, karena sudah memiliki keluarga di kampunganya #anakBMP

Sehingga, #anakBMP itu tidak tentu nasibnya, kadang diambil oleh orang yang mau mengurus, kadang menjadi korban perdagangan orang  #anakBMP

Padahal, apabila kita melihat Konvensi Migran, maka yg diatur tidak hanya hak untuk buruh migran. #anakBMP

Konvensi ini jg menjamin hak bagi keluarga buruh migran termasuk hak#anakBMP tak terkecuali hak atas pendidikan mereka

Karena itu dlm rangka #HAN aku ingin mengajak teman-teman untuk memikirkan& peduli thdap anak2 termasuk #anakBMP

Kita sudah punya berbagai kebijakan yg menjamin hak anak. Yuk kita terus mengawal kebijakan2 itu agar terimplementasi dgn baik #anakBMP

Demi Lina, Raka, demi jutaan #anakBMP lainnya, dan demi seluruh anak Indonesia

–end–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s