Just Another Extraordinary Wedding

Mungkin rada telat buat cerita sekarang. Tapi apa yang terjadi tanggal 11 Maret lalu, masih terekam jelas kok di ingatan. 11 Maret, Bukit Berani, Bogor. Ada apa si hari itu? Ga ada kejadian hebat apa-apa sih. BBM belum naik, RUU Pendidikan Tinggi belum disahkan, Konvensi Migran 1990 pun belum diratifikasi.

Namun, 11 Maret adalah sebuah momen manis yang menyenangkan. Hari itu adalah hari resepsi pernikahan Kakakku, yang akadnya sudah diselenggarakan sebelumnya, yaitu tanggal 26 Februari 2012. Seperti diduga, dan memang sewajarnya, akulah yang menjadi seksi repot terutama sejak sehari sebelum resepsi diselenggarakan.

Resepsi itu sebenarnya  direncanakan sedehana. Diadakan di Puncak, mengundang keluaga dan kawan dekat, dengan persiapan yang sangat singkat. Persiapan teknis hanya satu hari sebelum resepsi, dilakukan oleh salah satu pengurus Bukti Berani yang juga teman kakaku. Keluargaku sendiri baru hadir pada tanggal 10 malam, dan langsung beristirahat di villa yang masih berada di dalam kompleks Bukit Berani. Kecuali aku tentu saja. Malam itu, setelah melakukan koordinasi sana sini, mengecek ini itu, dan akhirnya aku tidur di dalam tenda bencana yang disiapkan oleh Kakak Iparku.

Paginya, kesibukan persiapan sama sekali belum berhenti. Dapur Umum terus mengepul, kursi-kursi diatur, standing mike untuk para pengisi acara pun berdiri bersama sound system yang sudah terpasang rapih. Para tamu mulai berdatangan sejak pukul 10.30, meski di undangan kami mencantumkan jam 12.00.

Lalu, resepsi yang direncanakan sederhana itu pun menjadi tidak sederhana.

Kami menyimpan sebuah kejutan kecil untuk Papa. Ketika kirab dilakukan, aku memasang lagu Tembang Lestari milik Leo Kristi. Seorang penyanyi legendaris di jamannya, idola Papa, dan idola kami semua. Lalu “kejutan-kejutan” kami pun bertepuk tangan, melambaikan tangan, dan membuat Papa menangis (yeiy, kejutan berhasil!-red).

Mereka adalah L-Kers, sebutan bagi fans-fans Leo Kristi. Hari itu sekitar 35 orang L-Kers hadir, ups, salah, harusnya lebih dari 40 orang kalau anggota keluargaku yang  L-Kers dihitung. Mereka tak sekedar hadir, namun juga siap dengan gitar, bass, perkusi, suling, dan partitur lagu mereka. Niat mereka tak lain dan tak bukan, memberikan kejutan untuk Papa, membuat papa senang, demi kesehatan Papa, yang Oktober tahun lalu mengalami stroke.

Maka setelah Paduan Suara Alumni UI, dimana Kakakku menjadi anggotanya menyanyi, L-Kers pun siap beraksi. Aku pun segera melupakan tugas-tugasku, demi menonton konser kecil-kecilan kami (hee). Sebelum pertunjukan dimulai, seorang L-Kers, ‘om’ kami yang baik hati, membukanya dengan mengatakan, bahwa kehadiran mereka adalah untuk Papa, untuk kesembuhan Papa, untuk kesehatan Papa.

Lalu mengalirlah puluhan lagu yang sudah sangat kami kenal. Pengantinpun ikut bernyanyi, aku ikut bernyanyi, dan Papa ikut bernyanyi.

Tak hanya sampai di situ, ingatkah dulu aku pernah menulis di blog ini, tentang mimpiku akan ‘Father-Daughter Dance’? Impian itu pun terwujud. Yah, meski terwujudnya bukan di resepsiku sendiri sih. Hehe. Di sebuah lagu yang harusnya sedih, kami yang terekam video justru terlihat sangat bahagia. Dimulai dari suasana kami yang ikut bernyanyi, Mas Puji yang mengajak Mama berdansa, lalu aku yang tak mau kalah mengajak Papa dansa. Awalnya Papa tidak bersedia. Pasalnya dia sudah berganti pakaian menjadi hanya bercelana pendek, dan berkaos oblong.  Untunglah akhirnya Papa bangkit berdiri setelah disemangati oleh banyak orang. Lalu video itu ditutup dengan aku yang memeluk erat Papa.

Begitulah, sebuah kebahagiaan manis, moment yang tak tergantikan dan tak terlupakan. Yang membuatku senantiasa ingat dan bersyukur, bahwa aku memiliki sebuah keluarga  yang luar biasa. Bahwa kami memiliki banyak kawan, banyak sahabat yang juga luar biasa.🙂

Image

Father-Daughter Dance (aku dan Papa)

Image

Papa pun Ikut Bernyanyi

Image

Foto Keluarga L-Kers😀

One response to “Just Another Extraordinary Wedding

  1. Ping-balik: Mewujudkan Impian Pernikahan | Berbagi Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s