Hujan, Sendirian, dan Lagu

 

Tiga hal di atas memang teman bersekongkol yang sempurna untuk membuatku berpikir tentang banyak hal. Dan suara lembut Arina Mocca yang mengiringi, membuat pikirku semakin berjalan liar berpikir tentang apa saja.

Well, aku tidak sepenuhnya sendirian. tapi aku memang biasa merasa sendirian, menutup mata dan telinga, menciptakan sebuah ruang dimana suara  yang datang, maupun orang-orang yang berlalu lalang tidak mampu menembusnya

Seperti sekarang, saat kantor masih berkerja, aku merasa sendirian di tengah rutinitas yang terus berlanjut meski waktu sudah lebih dari satu setengah jam meninggalkan pukul lima sore.

Aku hanya merasa ada sesuatu dalam diriku. yang berdasarkan ciri-ciri fisik, maupun berdasarlan RASA aku tau ada yang tidak benar. ada yang tidak tepat, ada yang menggelisahkan

belakangan ini aku berpikir lebih banyak dibandingkan biasanya. tentang hidup, tentang cita-cita, tentang tanggung jawab

Tentang Papa yang sakit, tentang relasi hubunganku sama papa, yg seperti membaik, tapi kepercayaan itu masih jadi barang mahal yang belum mampu kami beli.

Tentang Mama yang mengajarkanku ketulusan, sekaligus membuatku bimbang akan makna ketulusan itu sendiri. apakah aku memiliki kemampuannya? untuk berlaku dan bersikap berbeda dengan hatiku. Tapi aku tau ini bukan palsu. Bukan juga soal menjaga perasaan, itu terlalu bullshit untukku.

Kami hanya bersembunyi. ah, mungkin bukan kami, tapi hanya aku. Bersembunyi dari perasaanku sendiri. Apakah itu harus dibilang palsu? toh aku tak ingin berbohong. hanya takut mengakui kenyataan. itu dua hal yang berbeda kan?

dan saat hujan, sendirian, serta sebuah lagu yang tepat, adalah momen dimana semua tabir memaksa untuk terlepas. dan aku merasa dirongrong. merasa yang selama ini kucoba tutup rapat terlalu liar. dan aku pusing. ya, aku tahu ada yang salah. entah cita-cita, entah pilihan hidup, entah rasa.

Tapi bukankah rasa tak pernah salah?

Artinya memang aku yang salah

 

*Random*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s