Menikmati Hidup seperti Menikmati Cheesecake

(kamu bisa mengganti semua kata cheesecake di sini dengan cake lainnya, es krim, atau makanan favorit kamu lainnya yang menurut kamu benar-benar memanjakan lidah).

Menikmati hidup itu, semudah menikmati Cheesecake. Beneran! Kamu Cuma perlu menikmati setiap momen yang sedang kamu jalani seperti kamu sedang menikmati Cheesecake.

Ketika kamu makan cheesecake, kamu ga perlu memikirkan gimana ya cara bikinnya, pasti rumit, apa saja bahan-bahannya, bagaimana cara membuatnya, dan bagaimana cara menyajikannya. Itu semua ada di masa lalu. Tempat di mana kita tidak boleh terjebak di dalamnya. Ketika kita menjalani hari ini, tapi pikiran kita terjebak ke masa lalu, maka kita tidak akan bisa menjalani hari ini sepenuhnya. Sama seperti ketika kita fokus berpikir bagaimana cheesecake dibuat, maka kita akan lupa menikmati ketika sang cheesecake menyentuh mulut kita.

Ketika kamu makan cheesecake, kamu juga ga perlu ketakutan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita sama-sama tau cheesecake memang jenis makanan ‘a moment in lips, forever on hips.’ Tapi ketika kita sudah memutuskan untuk makan cheesecake maka kita jangan lagi disibukan dengan pemikiran, akan tambah gendut, bagaimana dengan gula darah, dll. Karena itu semua adanya di masa depan. Dan masa depan adalah rangkaian konsekuensi, baik positif maupun negatif, yang sebenarnya hanya perlu dilalui, tanpa dikhawatirkan. Dan lagi, ketika kamu makan cheesecake tapi fokus pada kekhawatian dan ketakutan kamu tentang lemak dan gula, maka kamu ga akan bisa menikmati cheesecake itu.

So, yang perlu dilakukan adalah, menikmati setiap sentuhan gigi, lidah, hingga tenggorokan kita dengan si cheesecake. Menikmati gigitannya yang empuk tapi lekat, teksturnya yang lembut, dengan rasa asin, manis, dingin yang begitu nikmat, merasakannya meleleh memenuhi  permukaan lidah kita, membiarkannya sesaat, lalu dialewat dan membari nikmat di kerongkongan kita. Rasakan setiap momen indah itu, dan nikmati setiap detiknya.

‘Living The Now!’

itu yang jadi kunci dari kebahagiaan kita. musuhnya adalah terperangkap dalam masa lalu, dan ketakutan akan masa depan.

Living The Now, Cuma itu yang harus kita lakukan, menikmati setiap yang kita jalani, dan jutaan anugerah yang datang kepada kita, sekecil apapun itu J

Mudah kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s