Menghormati Orang Lain Melalui Kamar Mandi

gambar: https://tobytall.wordpress.com/2010/01/30/wc-umum/

Ketika kita berpergian, kita tidak selamanya bisa menghindari yang namanya WC Umum. Memang lebih baik apabila kita sedapat mungkin hanya menggunakan WC pribadi kita di rumah, atau tempat lainnya. tapi untuk orang sepertiku yang membutuhkan banyak minum (terutama ketika di jalan), maka sudah pasti butuh untuk mengeluarkan banyak air pula dengan cara ‘pipis.’ Karenan itu, WC umum menjadi sulit untuk dihindari.

Pernahkah kita menemukan ‘hal tidak enak’ diWC umum, dan seringkali harus mem-flash atau menyiram ‘sisa-sisa’ yang ada di sana?
Aku sering melakukannya, tapi itu untuk lever paling kecil. Karena (sayangnya) aku termasuk yang gampang ‘enek’ sekali ngeliat hal yang menjijikan, bisa bikin aku menghasilkan hal yang menjijikan pula (baca:muntah). Atau kalau bentuk ketidaknyamanannya adalah bau tidak sedap, maka seringkali aku batal menggunakan fasilitas umum terebut. Dan itu berarti aku harus menahan hasrat buang airku, dan bisa menyebabkan penyakit.

Inti tulisan ini sebenarnya hanya, bahwa cara kita menggunakan WC, terutama WC umum. Mungkin sepele, tapi hal itu akan benar-benar mempengaruhi kenyamanan pengguna lainnya.

Menghargai bukan sekedar kewajiban toh?Buatku, menghargai adalah sebuah sikap kebiasaan, yang mempengaruhi cara hidup kita yang lain. Dan ketika menghargai orang sudah menjadi gaya hidup kita, maka kita akan memperoleh penghargaan yang sama.

Jadi, hargailah orang lain dengan menggunakan WC umum (sebenarnya semua fasilitas umum), dengan tidak hanya memikirkan kepentingan kita selesai, lalu cuek, toh orang selanjutnya dan selanjutnya tidak tau bahwa kita yang memakai sebelumnya, bahkan ga kenal sama kita. Tapi pikirkanlah bagaimana orang setelah kita juga bisa nyaman minimal sama seperti kita.

Dan tahukah kamu, bahwa menghargai orang lain adalah bagian dari bagaimana kita menghargai diri kita sendiri?

Karena itu, jangan beralasan “WC nya udahkotor, ya biarin aja tambah kotor sama kita.” Karena cara kita memperlakukan orang lain, itulah perlakuakn yang kita dapatkan. Lagipula memulai sesuatu yang berbeda (apalagi baik) sangat mengasikan.

“Sudahkah Anda menghargai orang lain (dan diri Anda sendiri), diukur dari kamar mandi?

One response to “Menghormati Orang Lain Melalui Kamar Mandi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s