Kapan Mau Nikah Mbak?

#terinspirasi dari tulisan serupa di blognya Mbak Arie: http://arieskakurniawaty.wordpress.com/2011/07/21/kapan-kawin/#comment-45

Umur2 20-an memang umur rentan untuk pertanyaan di atas. Yahh, walaupun sepanjang hidup kita, kita ga akan pernah terhindar dari banyak pertanyaan orang lain, soal hal yang sebenernya urusan kita, (kenapa juga mereka yang repot).

Sama seperti seorang perempuan yang baru saja kutemui hari ini. Baru berkenalan, bahkan tanpa nama, hanya saling bertanya mau  ke mana, dan lalu saling bertanya umur masing-masing. Dan tiba-tiba saya, keluar dari bibirnya:

“Kapan mau nikah Mbak?”

Reaksi pertamaku: Eh? Nikah?

Lalu: belom kepikiran *sambil pamer cengiran*

Untunglah dia berhenti bertaanya lebih jauh, terhadap jawabanku yang tak mantab itu.

Atau seperti pernyataan seorang adik kelas @lizafarihah kemarin:

@DnayNisaa skrg mikirnya punya suami dong mbak.

Yang hanya kujawab: @lizafarihah belom ah Liz.. Kapan2 aja :p

Dan untungnya, Liza tidak memperpanjang dengan hanya berkata: @DnayNisaa hehehe si mbak🙂

Atau berbagai pertanyaan lainnya dari tetangga, keluarga, kerabat, teman, dan bahkan (yang paling menyebalkan) sahabat ‘-_-

Tapi memang yang paling memberatkan kalau Mama yang turun tangan

Beberapa hari yang lalu, Mama tiba-tiba terharu, menangis menyadari aku, bungsunya yang dulu ga bisa tidur kalo belm cium ketiak Mama (baunya khas :D), sekarang sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa. *ini beneran kata-katanya, Cuma ada beberapa terminology yang diubah).

Kata-kata yang ikut membuatku terharu, yang (sayangnya) dilanjutkan dengan:

bentar lagi nikah.

Belum lagi ancaman: emang kamu ga kepengen liat mama gendong cucu dari kamu? (umur Mama sudah 63).

Ancaman yang satu ini, selalu sukses membuatku tertampar-tampar.

Dulu, aku dan serang teman @sicune sepakat akan satu hal. Alasan2 seperti, masih pengen meniti karier, belum siap nikah, dan sejenisnya adalah alasan yang mudah terbantahkan. Karena itu, alasan  yang menurut kami lebih tepat kalo ditanya “Kapan Kawin”  adalah: Nunggu dilamar.

Tapi alasan itupun tidak diterima sama Mama.

Mama pasti selalu bilang: “ya kamunya usaha donk.” Entah gimana ceritanya mama bisa “kompak” tanpa janjian sama @ssujono, yang selama ini kerap berkomentar senada.

Yah, selama ini si aku masih santai-santai aja (mudah2an begitu untuk seterusnya). Menikah itu tahapan hidup toh? Nanti juga kalo udah waktunya dia untuk terjadi ya terjadi.

*Serius deh Ma, Aku pengen kasih cucu kok ke Mama

Eyang putri aja sampe nungguin buyut (bukan sekedar cucu) dari anaknya mama. Nah, daripada sekarang mikirin yang belum terjadi, mendingan jalanin aja tahapan hidup yang saat ini memang sedang berlangsung.

One response to “Kapan Mau Nikah Mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s