Sayangi Buruh Migran Kita :)

Dear kawan-kawan yang baik,

Sejumlah organisasi internasional sedang mengadakan kampanye global dalam rangka mendorong ratifikasi Konvensi Migran 1990 di berbagai Negara. Salah satu bentuk kampanyenya adalah pengumpulan petisi. Untuk itu, saya mohon dukungannya dengan  memberikan nama, serta asal organisasi kawan-kawan (atau bisa sebagai individu), sebagai bentuk dukungan terhadap petisi ini.

Sebenarnya, petisi ini ditargetkan untuk memanfaatkan momen 20 Tahun Konvensi Migran sekaligus Migrant Day yang jatuh pada 18 Desember 2010 lalu. Namun, karena ratifikasi belum juga dilakukan pemerintah, maka kami kembali menghimpun petisi sebagai amunisi perjuangan kita mendesak pemerintah meratifikasi Konvensi Migran.

Di bawah ini, saya lampirkan terjemahan dari petisi yang dibuat oleh panitia kampanye global ratifikasi Konvensi Migran tersebut.

Diharapkan, daftar dukungan sudah terkumpul sebelum tanggal 1 Maret 2010. Daftar dukungan dapat dikirimkan melalui email ke konvensi.migran@gmail.com

Terima Kasih.

Terjemahan Petisi:

Hormati Hak-Hak Buruh Migran

Ratifikasi Konvensi Migran 1990

20 Tahun Adopsi Konvensi PBB Tahun 1990 Tentang Buruh Migran dan Keluarganya: Panggilan Ratifikasi Kepad Pemerintah Republik Indonesia

Geneva, 19 May 2010


Pada kesempatan peringatan 20 tahun Konvensi Internasional tentang Hak seluruh Buruh Migran dan Anggota Keluarganya, kampanye global diluncurkan dalam rangka memanggil pemerintah untuk bertindak cepat mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, dan penderitaan sehari-hari yang secara luas dialami oleh buruh migran di seluruh dunia, dengan meratifiksi konvensi ini.

Hari ini, kami menulis untuk memanggil pemerintah agar meratifikasi instrumen hak asasi manusia internasional inti ini.

Per 2010, diperkirakan sebanyak 214 juta manusia adalah pekerja migran. Jumlah itu mencapai 3% dari jumlah populasi dunia. Hampir seluruh Negara menglami dampak dari migrasi, baik sebagai Negara asal, Negara tujuan, maupun Negara transit. Dengan demikian Negara-negara tersebut dihadapkan dengan tantangan untuk membangun kebijakan migrasi yang efektif dan berlandaskan Hak Asasi Manusia.

Walaupun banyak orang yang bermigrasi mengalami pengalaman yang baik, namun banyak lainnya yang di bawah paksaan, dan menghadapi kesulitan yang parah di Negara tujuan. Buruh migran di seluruh dunia tetap menjadi target pelecehan, diskriminasi, dan eksploitasi oleh penyelundup, agen rekruitmen, dan majikan. Instrumen internasional ini adalah bagian tanggung jawab pemerintah untuk memberantas pelanggaran hak asasi manusia ini, untuk meningkatkan kondisi kerja dan kondisi hidup bagi buruh migran dan memperkuat perlindungan hukum mereka.

Konvensi ini adalah salah satu dari Sembilan inti instrumen HAM PBB. Sejak diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 1990, Konvensi ini telah diratifikasi oleh 42 negara, dan ditandatangani lebih lanjut oleh 16 negara. Konvensi ini mengakui adanya kerentanan yang spesifik dialami oleh buruh migran, dan mempromosikan kondisi kerja dan hidup yang manusiawi dan sah, serta kebutuhan untuk meningkatkan perlindungan. Konvensi menyediakan penjabaran dalam elaborasi kebijakan migrasi nasional, yang hanya akan efektif jika berlandaskan penghormatan Hak Asasi Manusia dan aturan hukum. Konvensi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk memerangi eksploitasi pekerja migran dan anggota keluarganya di Negara tujuan, transit, dan asal migran.

Indonesia adalah sebuah Negara pengirim Migran yang besar, khususnya ke Malaysia, Singapur, dan Timur  Tengah, dimana mereka berkerja di bidang agraria, konstruksi, sektor manufaktur, dan Pekerja Rumah Tangga. Penerimaan dana dari Buruh Migran Indonesia sangat penting untuk perekonomian Indonesia. Indonesia sudah menandatangani Konvensi pada tahun 2004 dan berjanji di beberapa kesempatan untuk meratifikasinya. Bagaimanapun tanda terkuat dari komitmen Indonesia untuk melindungi hak asasi manusia warganya yang bekerja di luar negeri seperti juga pekerja migran yang berada di Indonesia adalah dengan meratifikasi Konvensi Migran.

Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk merebut kesempatan di 20 tahun Konvensi Migran untuk meratifikasi Konvensi Buruh Migran dan mengirim pesan kuat dari komitmen untuk melindungi HAM buruh migran secara efektif. Kami sangat berharap di 18 Desember 2010, kita juga merayakan ratifikasi Konvvensi oleh Indonesia.

Kami akan sangat tertarik untuk menerima pandangan Pemerintah mengeni hal-hal yang diungkapkan dalam surat ini, dan berharap mendengarnya dari Anda.

Hormat Kami,

Panitia Kampanye Global Ratifikasi Konvensi Migran

*Kampanye diluncurkan oleh panitia internasional, sebuah jaringan unik yang terdiri dari lembaga-lembaga PBB, organisasi internasional dan organisasi masyarakat global.

Panitia besar tersebut terdiri dari

Human Rights Watch (HRW), International Catholic Migration Commission (ICMC), International Federation for Human Rights (FIDH), International Labour Office (ILO), International Organization for Migration (IOM), International Trade Union Confederation (ITUC), Migrant Forum in Asia (MFA), Migrants Rights International (MRI), the Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR), Public Services International (PSI), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), World Council of Churches (WCC) and Amnesty International (AI) (observer).

 

CP: Dinda Nuurannisaa Yura (085921191707)

One response to “Sayangi Buruh Migran Kita :)

  1. Ping-balik: Tweets that mention Sayangi Buruh Migran Kita :) « Berbagi Dunia -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s