Kalau Boleh Jujur

Suatu hari saya bersama beberapa teman yang lain diminta membuat tulisan untuk sebuah website yang memberikan semangat bagi siswa2 SMA untuk berani masuk UI. Well, kalau boleh jujur, awalnya saya merasa bingung. Apa yang terjadi di UI bagi saya sudah sedemikian jauh meninggalkan prinsip-prinsip hak atas pendidikan.

Saya tahu bahwa masuk UI bukanlah hal yang mustahil. Bahwa advokasi mahasiswa untuk calon adik2nya bukannya tanpa hasil. Tapi saya melihat sejumlah prosedur yang harus dilalui bagi mereka yang memiliki keterbatasan financial, kalau tidak mau dikatakan rumit, biarlah saya menggunakan tidak berperspektif hak atas pendidikan. Dari tahun ke tahun, saya masih mendengar adanya permasalahan dalam pelaksanakan sistem BOP yang disebut berkeadilan itu.

Kalau boleh jujur, apa bila saya ditanya oleh orang-orang di sekitar saya, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya akan lebih nyaman merekomendasiikan untuk mereka mengambil kampus negeri yang ada di daerah mereka masing-masing. Biaya jauh lebih murah, living cost juga lebih murah, dan soal kualitas, sebenarnya kitalah yang menentukan kualitas diri kita. Entahlah di bidang ilmu yang lain, tapi di bidang ilmu saya yaitu hukum, akhirnya saya meliat alumni-alumni Universitas lain banyak yang lebih progresif. Kita bisa menjadi seorang yang hebat kok walaupun ga kuliah di UI. Menjadi orang besar, orang yang bermanfaat, dan berpengaruh di Negara ini, itu bukan karena UI. Tapi karena diri kita sendirilah yang memilih untuk jadi hebat, bermanfaat, dan memiliki pengaruh kuat.

Tapi kembali ke masalah tulisan, yah akhirnya saya tetap membuat tulisan yang diminta. Untunglah saya percaya pada mimpi. Pada kata-kata bahwa ketika aku memimpikan sesuatu, maka tidak aka nada rintangan apapun yang sanggup menghalangiku mencapai  mimpi itu. Karena itu, bagaimanapun prosedur UI membatasi, masuk UI tetap menjadi  impian yang berhak diimpikan oleh setiap orang, semua orang, tanpa ada batasan sedikitpun. Karena siapapun yang memiliki mimpi, mereka otomatis memiliki modal dan kekuatan untuk menggapainya.

Maka tulusan itupun jadilah. Meskipun diawali dengan rasa berat dan bingung untuk menulisnya, tetap saja saya berharap hasilnya bisa member kebermanfaatan sesedikit apapun itu.

Dan kepada pengurus website itu berdasarkan jajarannya, saya ingin berpesan. Kita sudah memprovokasi mereka untuk jangan takut masuk UI. Maka kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka bisa masuk UI tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun. Peran-peran advokasi, serta pembentukan kebijakan yang berperspektif hak atas pendidikan menjadi tanggung jawab kita untuk mewujudkan UI yang benar-benar ramah dan menjadi wadah generasi-generasi terhebat bangsa.

Karena setiap kali penerimaan Mahasiswa Baru UI bermasalah

Setiap kali ada anak bangsa yang memilih untuk tidak memilih UI karena biaya

Mungkin saja saat itu UI tengah menolak

Calon presiden

Calon pengusaha sukses

Calon pemimpin masa depan

Calon penemu teknologi hebat

Dan generasi-generasi terhebat lainnya

Yang enggan masuk UI karena persoalan biaya…

2 responses to “Kalau Boleh Jujur

  1. “Dan kepada pengurus website itu berdasarkan jajarannya, saya ingin berpesan. Kita sudah memprovokasi mereka untuk jangan takut masuk UI. Maka kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka bisa masuk UI tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun.”

    Sayang, sudah bukan masa saya. Tapi in sya Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin yang saya bisa — menyettelkan jaring pengaman, menitip kader, membangun kader — selagi saya masih bisa bergerak.

    Ah, sedih kalo ingat ketidaktahuan saya akan kepastian keberlanjutannya.

  2. Yang penting bagaimana kita berusaha terus Dha, semua ada massanya, dan masing-masing kita memiliki peran yang berbeda. tinggal bagaimana kita memanfaatkan peran tersebut untuk memberikan kebermanfaatan sebesar-besarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s