Tak Ingin Sekedar Menangis

Beberapa bulan yang lalu, mungkin aku hanya mendengarnya melalui berita, melalui cerita, yang separuh hati ini menolak percaya akan kebenarnnya.

Kisah-kisah Nirmala Bonat, Siti Hajar, hingga Sumiati, hanya beredar sebagai serangkaian kata yang bertutur. Menyentak hati, pasti! Membuat menangis, berkali-kali. namun masih tak terbayangkan juga seperti apa wajah mereka yang diperlakukan sungguh tidak manusiawi. Yang bahkan tidak pantas meski hanya di sinetron atau panggung sandiwara sekalipun.

Namun saat ini, Allah mempertemukanku langsung. Dengan mereka yang tak bisa melihat. Yang matanya dicolok dengan tangan, yang matanya disabet dengan kabel, yang kupingnya dipotong, yang hampir diperkosa, dan yang-yang lainnya,,

Robbi

Aku tak pernah membayangkan kedua tangan yang Kau berikan pada Hamba-Mu bisa digunakan untuk menyakiti hamba-Mu lainnya sejahat itu, sebengis itu, setega itu.

#Semoga pengalaman yang Kau takdirkan untuk kulalui tidak hanya meberiku pembelajaran, tetapi memberiku kesempatan untuk bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s