Ringan

hari itu aku merasa lelah sekali. tubuhku terasa lunglai karena pegal-pegal yang menyerang seluruh bagian tubuhku. namun kaki tetap kulangkahkan menuju tempat liptan biasa. PN Jakarta Pusat yang terletak tak jauh dari mall Gajah Mada.

seperti biasa aku naik transjakarta dari halte Bidara Cina jurusan PGC-Harmoni. Transjakarta yang kunaiki penuh, aku pun berdiri. Harapan akan mendapakan tempat duduk di Halte Matraman sirna. karena ternyata tetap saja transjakarta penuh walaupun yang turun di Matraman banyak. Akhirnya aku berdiri sampai tempat tujuan akhir, yaitu Harmoni.

turun dari transjakarta, kakiku tiba-tiba terasa sangat sakit. rasanya ngilu dari telapak kaki hingga pangkal paha. kulangkahkan kakiku perlahan keluar dari Bus. recananya aku akan turun dari jembatan penyeberangan harmoni dan menyambung perjalananku sebentar dengan angkutan umum.

Saat itu, rasanya kakiku tak mau kompromi. Aku berjalan perlahan sekali. Pikirku mulai mengeluh. Terbayang situsi liputan yang selalu kualami. Naik turun tangga, mengejar-ngejar narasumber. “Ya Allah mana aku mampu dengan kondisi kaki seperti ini,” keluhku.

Baru saja aku berpikir seperti itu, tiba-tiba seorang pria mendahuluiku. Berjalan cepat dengan langkah yang tak biasa. ya, langkahnya tidak sempurna. Kakinya berukuran lebih kecil dari seharusnya.

Tapi dia berjalan cepat, nyaris berlari. kusaksikan langkah-langkahnya yang kecil namun tangkas. Kakinya yang kecil terus bergerak penuh semangat.

Aku pun merasa tertampar. Malu sekaligus bersyukur telah diingatkan. Hey, aku punya dua kaki yang sempurna.. Kaki2 ku yang besar, sangat bedsar untuk menopang tubuhku yang juga besar. Hingga langkahku bisa sempurna.

Dan tiba-tiba tubuhku terasa ringan, kakiku melangkah enteng. Tak berlari memang, sakitnya pun tak hilang. Tapi entah bagaimana dia terasa lebih ringan.

Dan di sisa hari itu, tak juga ada keluhan
Turun naik tangga, ataupun mengejar-ngejar narasumber,
Langkahku tetap terasa ringan..

Kadang kala kita mengalami kejadian-kejadian sederhana yang luput dari perhatian kita. asalkan kita mau membuka hati, maka akan banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari kejadian-kejadian itu

Terima kasih ya Allah
Lagi, dan lagi, kukakumi cara-Mu mengajarkanku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s