sebuah anugerah

Cinta itu Anugerah, dia tidak bisa diminta-minta, tapi ketika dia datang, kita tidak bisa menolaknya.

Hari ini aku bersyukur karena diberi kesempatan berdua dengan kakakku di perjalanan. Kami saling berbagi tentang berbagai rasa. Yang sebenarnya selama ini kami rasakan sama, hanya tak pernah saling mengungkapkan. Tentang pengalaman, tentang kisah yang menjadi kenangan, tentang masa lalu yang tak bisa hilang. Tentang yang menyesakan dada ini, tentang kegelisahan, tentang kasih sayang, tentang trauma, tentang perasaan yang sepertinya kami rasakan sama.

Menjelang akhir perjalanan kami yang singkat, kakaku berkata, “apapun yang sudah kita alami, kita tidak boleh membatasi diri. Tidak boleh memaksakan sesuatu yang kita anggap benar menjadi belief system kita hingga menutup hati dan menolak kesempatan lainnya.

Cinta itu anugerah, dia tidak bisa diminta-minta, tapi kita juga tidak bisa menolaknya. Mungkin saja ada seseorang yang sebenarnya jodoh kamu, dan kamu tidak perlu menyangkalnya.

Dan tidak salah ketika kita menyimpan satu nama di hati kita. Walau dia sudah bukan milik kita lagi, bahkan sudah memiliki orang lain. Cinta itu tak pernah salah, kalaupun kamu mencintai orang yang salah, cinta tetap tidak salah, kita boleh menikmati cinta itu selama kita tidak menuntut apa-apa, sepanjang kita tak mengganggu dia dan orang-orang lainnya.”

Maka cinta bukanlah tuntutan, dia tidak diminta, dia tak bisa disangkal. Dia akan datang pada siapa saja, untuk siapa saja. Dan cinta tidak pernah salah, maka ia biarlah mengalir apa adanya.

Hmmm, sungguh satu pembicaraan singkat yang bermakna. Yang membuka lembar demi lembar kisah hidup yang pernah kualami dan merangkainya menjadi lukisan yang indah. Setiap apa yang pernah kualami menjadi warna. Semakin rasa itu terungkap semakin banyak warna itu tergores indah. Mengingatnya mungkin bangkitkan berbagai rasa. Tak semuanya nyaman memang. Namun selalu ada senyum di setiap goresan warnanya. Yang membuatku bersyukur, pernah mengalaminya, pernah kehadiran cinta, pernah belajar darinya, pernah terjatuh, kecewa dan kemudian bangkit lagi, dan pernah-pernah lainnya.

Aku memutuskan tuk menangis malam ini, dan tersenyum lebih lebar esok hari 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s