Dismenore dan Hak Cuti

Beberapa bulan belakangan ini saya mengalami dismenore yang begitu hebat. Bulan kemarin, saya sampai tidak bisa melanjutkan liputan. Bukan hanya perut saya yang terasa nyeri, paha hingga betis saya pun kram. Saat itu rasanya saya ingin menangis menahan rasa sakit yang menyerang perut, paha, dan betisku. Sementara hari ini, nyeri sudah menyerang perut bagian bawah.  Untungnya paha dan betis saya tidak sampai kram (baru pegal2). Namun nyerinya pun cuku mengganggu

Dismenore atau nyeri perut karena haid, sebenarnya sudah sejak lama saya rasakan setiap bulannya. Hanya saja biasanya tidak pernah sampai menghambat aktivitas kerja saya. Biasanya saya hanya merasa tidak nyaman, dan merasa nyeri dengan kadar nyeri yang masih bisa saya tahan. Biasanya dismenore juga berdampak pada nafsu makan. Sakit perut lapar tertutupi dengan sakit perut dismenore sehingga rasanya malas makan.

Seringnya saya mengalami dismenore akhir-akhir ini mendorong saya untuk membaca beberapa artikel tentang desminore

Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Dia dibagi menjadi  dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore sekunder diakibatkan kelainan pada rahim/kandungan.

Sementara dismenore primer, dialami oleh 50% perempuan. Dia  tidak disebabkan oleh kelainan. Penyebab sebenarnya belum diketahui, namun diduga dismenore berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang oleh prostaglandin. Biasanya, perempuan yang mengalami dismenore memiliki hormin prostaglandin 5-13 kali lipat dibanding perempuan yang tidak mengalami.

Lucunya, dimenore primer ini sebenarnya dialami oleh kaum remaja (biasanya 2-3 tahun setelah menstruasi pertama), dan seharusnya berkurang seiring pertambahan umur. Tapi ternyata di usia menjelang 23 ini aku masih mengalaminya. Paadahal aku sudah menstruasi sejak usia 10 tahun.

Ternyata dismenore juga didukung oleh kurangnya olah raga, dan stress  (hmm, saatnya mengevaluasi diri).

Yang ingin saya garisbawahi adalah bahwa dismenore merupakan hal yang wajar dialami oleh perempuan. Nyeri yang dialami bahkan bisa mengganggu aktivitas. Bahkan, bisa menderita rasa sakit yang mampu menghentikan aktifitas sehari-hari.

Namun, dismenore ini tidak dialami sepanjang masa haid. Dia akan mencapai klimaksnya setelah 24 jam, dan akan menghilang setelah 2 hari.

Mengganggunya dismenore inlah yang menyebabkan perempuan yang bekerja memiliki hak cuti selama dua hari pertama masa haidnya. Hal ini diatur didala  Undang-undang. Ternyata Raison d etre nya begitu jelas mengingat dismenore begitu mengganggu hingga bisa menghentikan akivitas. Undang-undang juga memberikan hak cuti selama dua hari, sejalan dengan penelitian ilmiah, bahwa dismenore akan berakhir setelah dua hari.

Hak cuti haid ini bukan hanya berlaku pada tempat-tempat tertentu. Dia punya alasan yang jelas dan logis sehingga menjadi suatu pengaturan yang bersifat umum dan mengikat di dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Karenanya buat teman2 perempuan yang sudah bekerja, cuti haid adalah hak teman-teman, yang bisa teman-teman ambil dan manfaatkan. Cuti haid bukan karena toleransi dari perusahaan, tetapi hak yang diwajibkan pemenuhannya oleh Undang-undang.

Begitupun teman-temang yang menjadi pengusaha, hendaknya memikirkan dan memberikan hak para karyawan perempuannya untuk mendapatkan cuti haid. Karena, itulah kewajiban yang diberikan Undang-undang, dan sekali lagi terdapat alasan logis dan ilmiah yang melatarbelakanginya.

Pasal 81 UU No. 13 tahun 2003
(1) Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan
kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.
(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja,
peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

sumber2:

http://medicastore.com/penyakit/101/Dismenore.html

http://www.kesrepro.info/?q=node/107

http://mediague.wordpress.com/2009/05/01/sindrom-pra-menstruasi/

UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s