Aku Suka

Ketika Liputan di LBH Jakarta atau YLBHI
Aku suka meyusuri jalanan sepanjang stasiun Cikini. Walau sedikit lelah menggelengkan kepada kepada setiap tukang ojek yang menawarkan tumpangan.
Aku suka memperhatikan kehidupan di sana. Anak jalanan yang berlari-lari sambil tertawa ceria. Para pedagang makanan yang sedang melayani pelanggannya. Seorang Ibu yang menawar kerajinan rotan.
Mobil-mobil yang berlaru lalang, masuk apartemen Menteng, Mc D, atau KFC. Kadang aku masuk ke toko emasnya. Bukan untuk membeli emas, tentu saja. Hanya menumpang lewat untuk bisa mencapai ATM BCA.
Lalu mampir di sebuah tempat makan, memesan sepiring somay (satu kol sisanya somay) dan segelas es kelapa muda tanpa gula.
Dan yang paling aku suka, berjalan melewati pasar kembangnya.. Harumnya tak semerbak. Cukup untuk mendamaikan hati dan memberi sedikit suntikan semangat. Sebelum berlari-lari kecil, mengejar kopaja P 20 yang lewat.

Ketika Liputan di Komnas HAM
Aku suka masuk begitu saja. Tanpa bertanya, langsung memencet lif, dan mengarahkannya naik ke lantai 3.
Aku suka ketika ada satpam baru yang ingin mengantarkanku ke ruang rapat pleno. lalu kuberkata, ‘ga usah Pak, udah tau kok.’
aku suka duduk di sofa dekat kran airnya (posisinya di atas ruang komisioner) mengetik beberapa kalimat, sebelum merampungkannya jadi tulisan.
oh iya, kadang kala ketika di liputan disediakan makan siang, akupun turut serta. setelah doorstop sana sini, kadang kala kehabisan makanan. tapi aku suka pudingnya. pernah satu kali kami, wartawan menyerbu makanan yang seharusnya belum boleh dimakan. saat itu sedang pemilihan pimpinan Komnas HAM baru, dan kami menunggu begitu lama. Ketika aku mengambil puding yang sangat enak itu, sang pelayan pun berkata,’ Itu sebenarnya belum boleh diambil mbak,” Aku cuek. malah bertanya, ‘ini bikinnya gimana si Mas, kok bisa lembut gini?’
kadang-kadang aku makan di depan Komnas HAM. memesan ketoprak tanpa toge, dan lagi-lagi memesan satu butir kelapa muda tanpa gula. kelapanya berat. kadang tanganku pegal. tapi aku suka🙂

Ketika Liputan di Imparsial

Kantor Lama:

Aku suka masuk ke tempatnya yang teduh. Duduk di dekat kolem renangnya, sambil mulai menulis berita liputan sebelumnya. atau sekedar mengobrol saja. Kolam renangnya membuatku selallu ingin menceburkan diri ke dalamnya (padahal si ga bisa renang).

Aku suka memasuki ruangan konferensi persnya. rasanya dingin. apalagi ketika di luar cuacanya panas. aku suka mengamati sebuah lukisan yang terpasang di dalamnya. Penuh tulisan tetang pembungkaman, pembunuhan, dan tekanan terhadap Hak Asasi Manusia. Namun menyimpan semangat, yang mungkin tak berkobar besar. Tapi hidup abadi di sana. Tersembunyi, namun berbahaya

Kantor Baru:

Aku turun sebelum 06 memutar arah. Tepat di depan sebuah SD.
Aku suka membeli burger dengan daging tipis itu. sambil mengingat kenangan masa SD ku. saat harga burger SD itu terlalu mahal untuku, hingga aku tak pernah membelinya. Walau sekarang aku bisa merasakan burger blenger, klenger, P Man Burger, dan burger2 lainnya yang berdaging tebal, tetap saja, aku selalu bersemangat kalau melihat burger SD itu. dan pasti membelinya.

Sampai di Imparsial, banyak lukisan, banyak poster, banyak tulisan. Ada juga patung setengah badan yang menyerupai Cak Munir. aku suka memperhatikannya satu-satu. walau mungkin tlah kulihat berkali-kali, tetap saja setiap detilnya memberikan kesan berbeda bagiku. Selalu ada yang baru.

Ketika Meliput di Acara Dirjen HAM

Aku selalu di sms-i oleh Pak Edi (Humas Dirjen HAM).
Aku suka menjadi satu-satunya wartawan di sana. mengobrol akrab dengan Pak Edi dan anak buahnya. Bertemu dengan berbagai tokoh HAM yang ada (agak elitis si). Melihat kebijakan untuk HAM yang tengah digodok. Lalu mewawancarai Prof HH (Harkristuti HArkrisnowo).Sendirian. Sampai puas.

Ketika aku sedang di rumah

Aku suka membaca hingga larut malam. Menyimpan buku di bawah bantal, dan meraihnya kembali ketika bangun.
Aku suka ketika Muthia membangunkanku dengan suara munglinya (sayang sekarang udah jarang). ‘Ninis bangun,, bangun Ninis,,,’ dengan nada yang sangat khas. Pun aku sudah terbangun, seringkali aku berpura-pura masih tidur. Sambil tersenyum geli mendengarkan suara mungilnya.
Aku suka menggoda Muthia dengan memanggilnya Keriting/Kiting/Iting. Dia pun akan menjawab, ‘Bukan! Mutiara!. Lalu aku raih dia, dan kuangkat ke gendonganku. Mulanya dia protes. Lalu kuayun-ayunkan dia dengan kencang. Dia pun tertawa kegirangan. Ketika aku berhenti dia akn merajuk, Lagi,, ahhhhh,, lagi.’

Lalu sasaranku berpindah kepada Kirana. Dia paling tidak tahan dikelitiki. Maka kukelitiki dia sampai hampir marah, ‘Chacha ahhh,, Chacha mah gitu.’ Tapi tak pernah benar2 marah.
Aku suka kalau Kirana menemaniku berpergian. Dia tidak pernah mengeluh. Walaupun harus menemaniku dalam waktu yang lama. Aku suka memeluknya, mengacak-ngacak rambutnya, dan menghirup wangi shampo nya. Aku suka mendekapnya dengan erat, teramat erat, lalu mencium keningnya. Aku suka setiap dia menelfonku. di Akhir pembicaraan dia selalu berkata. I Love You Chacha,, Mmmuuuaaahhhh..

Aku suka berada di dekat mamaku. menghirup aromanya yang khas. membenamkan ajahku di bawah tangannya. memencet-mencet hidungnya, pipinya, sambil memanggil manja, ‘Mama,, mama,,’ Mama hanya akan berkata, ‘kenapa?’ Aku tidak menjawab. hanya meneruskan memeluknya, kadang membelai rambutnya, dan sesekali mencium wajahnya.
Di saat yang lain aku dan dia saling bercerita. mengobrol tentang apa saja. tentang kerjaan, tentang masalah keluarga, tentang teman-temannya, tentang teman-temanku. Apa saja, semuanya. ku suka mendengar ceritanya. sesekali menikmati gelak tawanya. menerima omelannya kalau aku bercerita soal pria. dan protes2 kecilnya soal pekerjaanku. Tapi dia Mamaku. orang yang paling berjasa dalam hidupku. Paling dekat, dan selalu siap menerimaku dalam keadaan apapun. Apa adanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s