mereka yang begitu spesial

Hari ini kembali liputan di Komnas HAM. dengan nara sumber yang berbeda tentu saja. mereka adalah orang-orang khusus, yang diciptakan spesial oleh Allah, mereka adalah tuna netra, tuna rungu, penyandang cacaat tubuh, dan penyandang disabilitas lainnya.
buat kita yang biasa2 saja, mungkin tidak pernah kesulitan dalam hal menggunakan alat tranprtasi umum. (di luar bahwa kereta api ekonomi begitu penuh sesak dan tidak manusiawi). setidaknya kita bisa turun naik tangga dengan mudah, melihat marka2 jalan dengan tepat, dan menyeberang jalan raya dengan melihat situasi (tengok kanan, tengok kiri) sebelum menyeberang.
Setidaknya kita yang biasa2 ini tidak dipaksa turun dari pesawat terbang, atau menandatangai surat pernyataan bahwa kita tidak akan menuntut pihak maskapai ktika kita mengalami kecelakaan selama penerbangan.
namun karena tidak mengalami perlakuan2 diskriminatif itu, seringkali kita menjadi tidak peduli. kita menjadi tidak peka, bahwa apa yang kita lakuakn, bahwa kebijakan yang kita keluarkan sama sekali tdak memperhitungkan kepentingan para penyandang disabilitas. bahkan, sikap dan kebijakan itu menghalangi, mengurangi danmencabut hak asasi mereka.
buatku, hari ini adalah refleksi. menjadi satu perenungan tentang betapa hebatnya mereka. yang memiliki kekhususan tapi terus aktiv berjuang. yang tetap berjalan sendirian hanya bermodalkan tempat. berlomba dengan pejalan kaki kendaraan bermotor yang tak menoleh kepada mereka, kadang tersenggol, kadang terdorong, dan tak jarang juga tertabrak.
tidak mendapatkan aksesibilitas terhadap pelayanan publik yang menjadi hak bagi seluruh warga negara. mereka pun warga negara. kesulitan untuk menjangkau halte transjakarta. terseok-seok memasuki peron kereta api, menghitung di stasiun mana dia harus berjejelan keluar dari pintu kereta api. ditolak oleh maskapai hanya karena mereka spesial, dan bingung dengan jadwal penerbanyan yang didelay karena tak mampu mendengar pengumuman yang disuarakan petugas.
Dan mengaca pada diri sendiri, pada setiap tutur, laku, sikap.. Semoga Allah senantiasa menundukan diri ini dalam berhadapan dengan setiap hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s