Jeda

Sebagai perempuan, aku dididik dengan keras oleh Mama. Untuk menjadi setabah karang di tengah lautan, untuk menjadi sekuat besi baja.

untuk menjadi mandiri, dan menganggap pria bukanlah makhluk yang kami butuhkan

aku belajar untuk tetap berdiri tegak ketika susah, untuk berkata baik2 saja, di saat hati sedang kacau.

Aku belajar untuk selalu berpikir rasional, bahwa sedih itu tak ada gunanya, bahwa patah hati itu justru adalah hal yang baik, dan kehilangan selalu memiliki alasan rasional

Aku belajar untuk tidak mengakui bahwa aku patah hati, untuk lebih baik sakit 10 kali lipat daripada menangis di hadapan pria yang membuatu patah hati

Aku belajar untuk mengesampingkan semua perasaanku, luka yang belum sembuh, perasaan kehlilangan dan ditinggalkan, dan mengalihkan fokusku pada hal yang dianggap lebih bermanfaat.

Aku belajar untuk tidak mau mengakui, bahkan pada diriku sendiri, bahwa aku rapuh, bahwa aku sedih, bahwa aku patah hati, bahwa aku tidak ingin ditinggalkan, bahwa aku tidak rela dilepaskan..

Tapi karang ditengah lautanpun akan terkikis ombak
Dan besi baja bisa lumer terkena panas.

Menjadi super itu lelah
Aku ingin menangis sejadi-jadinya
Ingin Berteriak pada dunia bahwa aku tidak baik-baik saja
Untuk tidak mencari alasan untuk menjad baik2 saja
Untuk membiarkan diri ku menyadari sesadar-sadarnya
Bahwa aku patah hati

One response to “Jeda

  1. Malam seka begadang dan tak pernah tidur malam..
    Siang pun tak pernah juga tidur siang..
    Jika malam tidur malam… maka siang tak akan mau ambil jatahnya yang cuma sekali di akhir nanti..

    Nyatakanlah itu pada Tukang Pengecat Cabai..
    Ia lah yang sungguh memahamimu..
    Bahwa hidup itu tak sekedar menjalani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s