Kencan dengan narasumber

Repost

(pertama kali ditulis 5 Maret 2010)

Hari sudah menjelang siang ketika kutemukan narasumberku. Dia sedang asik melahap tahu goreng di depan halte busway kampung melayu. Kakinya tak beralas,tangannya memengang erat kecrekan modal ia bekerja..

“De mau makan ga?”

“Mau”

berjalanlah kami menyeberang jalan.ada dua warung nasi padang.

“Suka masakan padang ga?”

“nggak”

akhirnya kami menyebrang ke sisi yang lain dan menemukan sebuah warteg di sana.

“Makannya bebas?”

“Iya”

“Pake ayam boleh?” matanya nampak bersinar

“boleh”

Ayam dan sambal goreng kentang menjadi pilihannya. Kami menikmati makan siang kami dengan mengobrol. teman kencanku ini bernama Angga,usianya 10 tahun. dia putus sekolah setahun yang lalu,sejak pindah dari bandung.

sehari2 dia mengamen dari jam 7 pagi sampai 9 malam. jumat siang,dia beralih menjadi peminta2 di masjid yang menyelenggarakan solat jumat. “dapetnya lebih banyak Mbak,ada yang ngasih 5ribu,”

Angga tidak mau menyusahkan orang tuanya,ibunya buruh cuci,sementara ayahnya buruh tani. Angga lebih memilih untuk makan di luar,dengan penghasilan mengamennya.. Blok M, slipi, grogol, kampung melayu, cawang, kampung rambutan sudah dijelajahinya. Dari bis ke bis kota..

Pernah suatu kali dikejar Sat pol PP,namun Angga berhasil kabur.tetap saja Angga sangat takut. “Bapak PP itu jahat mbak.” walalupun makan ayam mungkin jarang ia rasakan,angga masih mau berbagi,,sesekali dia berikan potongan kecil daging ayam kepada kucing yang mengeong di bawah tempat duduk kami.

Oh iya, angga suka sekali sate padang. Kalau penghasilannya lagi banyak dia bisa membeli sate padang di cawang.. selesai makan kutanya kembali,

“bener udah kenyang?”

“udah” katanya

“habis ini mau ke mana?”

“Cawang”

dan berpisahlah kami,,semoga satu saat waktu akan mempertemukan kami kembali..Mungkin berikutnya sate padang cawang akan menjadi tempat kencan kami🙂

3 responses to “Kencan dengan narasumber

  1. nisaa.. aku mau nangis bacanya sayaaang..
    memilukan sekali ya potret anak2 indonesia. dan lebih memilukan lagi saat gw cuma bisa miris dan menangis mengetahui semuanya..

    semoga kita bisa banyak berbuat untuk mereka ya nis🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s