SK Trimurti dan Kisah Perempuan Hebat

repost

12 Desember 2009

Berawal dari workshop AJI pekan lalu yang memutar sebuah film tentang Soerastri Karma Trimurti (SK Trimurti), saya menjad tertarik untuk lebih mencari mengenai sosok beliau. Well, penemuan saya tentang beliau belum cukup banyak. Dari Mbah Google yang bisa saya dapatkan adalah bahwa bahwa beliau sosok jurnalis, penulis, dan pengajar.

SK Trimurti juga pernah menjadi menteri perburuhan pada kabinet Amir Sjarifudin II. Sejarah juga mencatat kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan. Karena menyebarkan pamflet anti-penjajah, beliau dipenjarakan oleh Belanda pada tahun 1936 di Penjara Wanita, di Bulu, Semarang.

Selain itu, SK Trimurti adalah isteri dari Sayuti Melik, yang kita kenal sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan.

Well, yang ingin saya bagi di sini sebenarnya bukan apa yang saya paparkan di atas. Pencarian saya bisa ditemukan oleh siapapun dengan mencari di internet. Namun, ada cerita lain yang ingin saya bagi. Entah kenapa feeling saya memerintahkan untuk bertanya kepada Mama. entahlah, ada suatu perasaan yang bilang bahwa ada hubungan antara SK Trimurti dengan Eyang putri saya.

Dan bertanyalah saya: Ma, Eyang dulu kenal sama SK Trimurt ga si? Dan jawab mamaku. SK Trimurti itu sahabatnya eyang. Dia yang ngasih nama mama Siti Agresi (yang kemudian diubah oleh mamaku sendiri menjadi Srie Yunanti pada saat dia SMA). Soalnya, dulu waktu eyang ngelahirin mama, kita pake fasilitasnya dia yang saat itu menjabat sebagai menteri, dan bantuan-bantuan lainnya.

Hmm, sungguh pencarian yang menemukan fakta menarik. Tentang SK Trimurti yang bersahabat dengan eyangku, cs an juga dengan eyang kakungku, walaupun mereka beda partai pada saat itu.

Apa lagi Ma? Tanyaku. Dan keluarlah cerita itu. Bahwa Sayuti Melik menikah lagi dengan besannya. Hal menimbulkan perlawanan di batinnya. Cerai, secara hati, secara talak, walau tidak ke KUA.

Ahh,, kenapa begitu? Kenapa banyak kutemui cerita seperti itu. Tentang perempuan hebat yang bersinar terang. Apakah memang perempuan tidak boleh lebih superior, lebih dominan, lebih berprestasi. Karena cerita serupa tak hanya kutemuakan sekali dua kali. Banyak, bahkan terhadap orang-orang terdekatku. Yang tentu saja tak bisa kusebutkan di sini, hehe

Sebegitu sulitkah laki-laki untuk menerima bahwa isterinya memang lebih cemerlang. Memang lebih hebat. Lebih memiliki peran di masyarakat. Sehingga dia membutuhkan nanungan perempuan lainnya, hanya untuk merasa nyaman. Merasa lebih berguna, merasa lebih superior.

Ketika seorang lelaki hebat membutuhkan dan menginginkan perempuan yang bisa memotivasi dia, menjadi orang di belakang layar yang menopang dan memback up nya.
Tidak bolehkah kita, perempuan, juga mengingingkan hal yang sama? Sosok suami yang penuh perhatian , mendukung dan mensupport impian dan cita-cita kita. Membuat kita berdiri setegar karang, menguatkan kita dari belakang..

Hmm dan aku? Aku ingin menikah, berkeluarga, memiliki anak,,
Tapi aku takkan pernah rela melepaskan impian dan cita2ku,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s