Kehilangan adalah Prestasi

Untuk Semua yang pernah merasa kehilangan

hari saya pernah meliput suatu diskusi sederhana di Kalyana Mitra tentang hak perempuan pasca percaraian. Dua pembicara awal menuturkan aspek hukum dari hak perempuan korban perceraian, termasuk betapa sulitnya hk-hak itu dieksekusi. Namun yang ingin saya ceritkan di sini bukanlah persoaln hukumnya. Namun tentang apa yang diungkapkan pembicara ketiga, yang membuat ku terpaku sejenak, pada slide2 power poin dan suaranya..

Slide itu dibuat sebagai satu terapi pemulihan bagi perempuan pasca perceraian. Namun untuk siapun yang pernah merasa kehilangan, saya pikir setidaknya ada beberapa kalimat yang ingin dan berharga untuk dibagikan.

Seluruh quote saya kutip dari slide milik yayasan Pulih, berjudul Terapi Perceraian.

“Hargailah kenyataan, dan tangisilah kehilanganmu.”

Kalimat ini ingin mengatakan bahwa menangis adalah sarana yang dibenarkan untuk melepaskan segala perasaan kita ketika kehilangan. Justru dengan menangis, akan terjadi proses menuju kesadaran kita terhadap kenyataan yang ada. Bahwa kita ditinggalkan. Bahwa kita kehilangan. Dan proses kesadaran itu akan mengantarkan kita untuk menerima kenyataan, sekaligus menghargainya,,🙂

“Perasaan sakit dan kehilangan bukanlah tanda kegagalan, melainkan KEBERHASILAN, karena kita telah berhasil pernah mencintai sesuatu, sehingga pada saat kehilangannya kita merasa sangat sakit.”

Kehilangan tentunya memberikan luka. Begitupun dengan saya. Saya bahkan sampai pada kesimpulan bahwa setabah apapun seseorang, sekuat apapun, sehebat apapun, semua itu tidak berlaku dalam urusan patah hati. Patah hati memang spesial. membuat yang biasanya selalu tertawa lebar, menangis habis2an setiap malam sebelum tidur. Patah hati memang luar biasa. Membuat yang bisanya selalu berpikir rasional, larut dalam kesedihan yangmembuang energi cukup besar. Tapi kata-kata di atas ini, membuat saya terperangah. Hmm, selama ini saya selalu berpikir bahwa masa lalu adalah kesalahan. Tidak patut disesali memang, cukup menjadi pelajaran. Namun, tetap saja kuanggap lubang yang seharusnya tak kulewati. Sakit hati, kehilangan adalah prestasi? Waw!!! Justru sangat nyaman ketika kita mengakui bahwa perasaan itu pernah ada. Mencintai yang sangat besar dan sangat indah. Bahwa ada masa-masa ketika kita mengenal makhluk bernama cinta yang membuat hidup kita berbeda. Membuat hati kita berbunga2. Beersemu merah semerah pipi kita setiap kali desiran perasaan itu melintas di hati.

Yup itu adalah prestasi, bisa mencintai dan berbagi perasaan itu. Sadari itu adalah suatu keberhasilan, agar kita bisa melangkah lebih ringan. Merasa semua adalah pembelajaran. Hanya salah satu tahap dalam langkah hidup kita. Tahap keberhasilan tentunya..

“Terimalah dan cintai perubahan. Perubahan membuat kita bertumbuh… seperti hujan memberi kekuatan bagi bunga untuk mekar.”

Nah ini klimaksnya,,,Perubahan adalah kekuatan, perubahan adalah amunisi, dan perubahan justru akan membuat kita menjadi lebih baik, lebih hebat, lebih dewasa, lebih kuat, lebih merekah seperti bunga yang mekar,,,

Dan pastinya, kita harus selalu percaya bahwa semua kejadian yang ada di hidup kita adalah yang terbaik,, Dan ada rencana indah di setiap cerita. Asal kita mau menyadarinya.. Itu kuncinya, menyadarinya, karena keindahan dan kebahagiaan ada di setiap hati masing2 kita

Tinggal kita menyadarinya🙂

One response to “Kehilangan adalah Prestasi

  1. saya baru saja berpisah dengan suami bahkan belum ada 1 bulan yang lalu. saat saya pikir saya baik-baik saja saya menangis tersedu sedan karena masih ada rasa sakit hati dan beribu pertanyaan yang rasanya belum terjawab. kenapa ia berbohong pada saya? kenapa ia melakukan ini kepada saya? kenapa ia selalu mencoba membuat saya merasa buruk tapi ia mengatakan ia mencintai saya, saya beda dari siapapun yang dikenalnya tapi ia memperlakukan saya seperti ini. tega sekali ia pada saya!!! kata-kata itu yang selalu berputar di kepala saya. hanya ada satu pegangan saya “Hazbinallah wani’mal wakil” cukuplah Allah sebagai penolongku. kata-kata itu membuat saya sedikit bisa mengangkat kepala lagi dan menatap hidup kedepan dengan setitik harapan, bahwa titik ini memang harus saya tempuh untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan mungkin jodoh yang lebih baik. kalau orang melihat saya secara fisik, mereka pasti melihat saya seorang yang pandai menyimpan masalah tapi hati saya masih sakit mengingat semua perceraian saya, tingkah lakunya kepada saya dan rasanya detak jantung saya semakin berat. saya hanya takut bila nantinya berhenti berdetak hanya karena masalah ini. saya butuh teman berbagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s