<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbagi Dunia</title>
	<atom:link href="http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi cerita, bersama menetukan arah dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 04:07:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dindanuurannisaayura.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbagi Dunia</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/osd.xml" title="Berbagi Dunia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>(Masih) Ada Harapan</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/masih-ada-harapan/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/masih-ada-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 12:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekosob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kemarin aku ke FHUI, sebuah kampus yang setiap sudutnya kujelajahi selama kurang lebih empat tahun. Tempat aku memasuki sebuah dunia yang berbeda dari dunia anak sekolahan, tempatku tak sekedar belajar hukum, tapi juga belajar hidup. UI. mungkin banyak yang sudah mendengar kisah kisruh Universitas yang menyandang nama bangsa ini. untuku yang begitu mengenal dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=442&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2012/01/fhui.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-443" title="FHUI" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2012/01/fhui.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemarin aku ke FHUI, sebuah kampus yang setiap sudutnya kujelajahi selama kurang lebih empat tahun. Tempat aku memasuki sebuah dunia yang berbeda dari dunia anak sekolahan, tempatku tak sekedar belajar hukum, tapi juga belajar hidup.</p>
<p>UI. mungkin banyak yang sudah mendengar kisah kisruh Universitas yang menyandang nama bangsa ini. untuku yang begitu mengenal dan mencintainya, UI masih menjadi sebuah institusi dimana aku merasa patah hati.</p>
<p>Tentu saja, empat tahun benar-benar tak cukup untuku mengenalnya dengan baik. untuk tahu betapa banyak pelanggaran dan korupsi yang dilakukan dari setiap pembanguna fisiknya. untuk memahami betapa banyak profesor pintar yang pikirannya begitu pendek. untuk tahu betapa banyak mahasiswa yang terlibat langsung dalam upaya komerialisasi pendidikan di negeri ini.</p>
<p>kembali ke soal kisruh UI, sudah lama aku tak terlibat, tak melihat, bahkan menghindar dari gembar-gembor yang keluar atas nama ingin menyelamatkan UI (baca: saveUI).</p>
<p>Aku hanya mengerenyitkan dahi ketika tahu bahwa ang Rektor memiliki prioritas kebijakan yang tak ramah bagi si miskin. Bahwa ia memilih membangun perpustakaan megah, jalur sepeda, kandang rusa, memindahkan pohon langka, yang menarik banyak dana dari mahasiswa, dan memungkinkan terjadinya korupsi dimana-mana.</p>
<p>Aku hanya menggelengkan kepala melihat para profesor dan pejabat kampus di MWA yang dengan lantang meneriakan otonomi kampus ala BHMN demi langgengnya kedudukan mereka.</p>
<p>Namun saat aku tahu, bahwa mahasiswa pun bernada sama. memilih berperan aktif mengingkari hak atas pendidikan yang tertera jelas dalam berbagai peraturan perundang-undangan, bahwa konstitusi negara kita. mengaku membela rakyat, namun melanggengkan status badan hukum, yang jelas dari aspek filosofis, yuridis, dan terlihat nyata dalam tataran sosiologis mencekik kantong anak bangsa. membuat banyak yang takut masuk UI. membuat banyaknya impian yang pupus begitu saja, demi melihat angka puluhan juta di kolom admission fee, dan 5-7,5 juta yang harus mereka bayar setiap enam bulan.</p>
<p>Aku tak bisa bereaksi. Syarafku terasa mati, aku patah hati.</p>
<p>Hingga hari kemarin, ketika aku melangkah kembali.</p>
<p>Tahun 1997, aku datang pertama kali ke kampusmu yang megah di Depok, terenyum dan berkata dalam hati, &#8220;aku akan kuliah di sini&#8221;</p>
<p>Tahun 2005, aku melihat namaku di koran, aku berhasil lulus SPMB, dan bersiap melewati tahun-tahunku bersamamu.</p>
<p>(masih) Tahun 2005, aku tersentak hebat, koran itu menunjukan biaya admission fee yang sangat besar, menimbulkan tanda tanya besar di hatiku, bagaimana orang tuaku bisa sanggup membayar jumlah itu.</p>
<p>(masih) Tahun 2005, aku ikut antre, menyerahkan sejumlah berkas, meminta belas kasihanmu, untuk memberiku keringanan, sekedar mencicil admission fee mu yang terlalu besar.</p>
<p>Tahun 2008, aku mendengar berbagai cerita, tentang cita-cita di ujung negeri sana, tentang ungkapan-ungkapan bersemangat, yang tiba-tiba patah, karena kamu meminta jutaan rupiah, untuk diserahkan setiap enam bulan.</p>
<p>(masih) Tahun 2008, aku tak mau putus asa, harapku ada pada kawan-kawanku, yang masih bersemangat, memperjuangkan mahasiswa baru, dan berani berteriak, demi perubahan kebijakan yang berpihak pada kami.</p>
<p>Tahun 2009 aku meninggalkanmu. namun hanya ragaku, hatiku, pikirku, tetap kucurahkan untukmu. meski aku bersedih, karena aku wisuda, tanpa nyanyian dari adik-adiku yang melepaskan impiannya, karena mahalnya hargamu.</p>
<p>Tahun 2011 muncul sebersit harapan. tentang orang-orang yang bersuara lantang, meneriakan #saveui. berbicara di media, aktif bergunjing di mimbar-mimbar.</p>
<p>(masih) tahun 2011, aku pusing bukan kepalang. berbagai kepentingan dimainkan, tak jelas, abstrak, absurd.</p>
<p>(masih 2011) aku tersadar, Institusi ini tak lagi memiliki harapan. tidak rektornya, tidak pejabatnya, tidak profesornya, tidak mahasiswanya. Bagiku, UI hanya menjadi bangunan kopong, yang segera kutinggalkan, membuatku melangkah pergi, tanpa harapan.</p>
<p>Tahun 2012, aku kembali menyentuh sudut-sudutmu, berusaha mengenag kemesraan kita, namun tidak berhasil. Semuanya tak lagi sama. Kamu, dengan perpustakaan hebatmu itu, yang bahkan memuat kedai kopi beromset 9 juta per hari, terasa terlalu angkuh untuku.</p>
<p>(Masih) Tahun 2012 aku bertemu dua orang adikku, mengejutkan, mereka membuatku merasa ada harapan. Mereka yang tahu persis apa itu hak atas pendidikan. Mereka yang mau berjuang, menyediakan waktu dan energi, demi UI yang tak hanya menampung, tapi juga menjadi tempat mewujudkan harapan.</p>
<p>Mungkin sinar harapan itu masih redup, aku tak peduli! Hari ini aku bisa mengangkat kepalaku, dan berharap lagi. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=442&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/masih-ada-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2012/01/fhui.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">FHUI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Cinta</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/berbagi-cinta/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/berbagi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 10:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Hai para pembaca yang budiman, (aihh, kayak denger radio jaman dulu ya) Selain blog ini, akhirnya aku memutuskan untuk membagikan tulisan-tulisanku di sebuah blog terpisah. Tulisan di sana bertema khusus: CINTA. Aku sengaja memisahkan tema itu dari blog ini, bukan karena ingin terlihat sok serius atau menyembunyikan ke-menye2 ank. :p Karena bagaimanapun, selalu menyenangkan rasanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=439&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai para pembaca yang budiman, (aihh, kayak denger radio jaman dulu ya)</p>
<p>Selain blog ini, akhirnya aku memutuskan untuk membagikan tulisan-tulisanku di sebuah blog terpisah. Tulisan di sana bertema khusus: CINTA.</p>
<p>Aku sengaja memisahkan tema itu dari blog ini, bukan karena ingin terlihat sok serius atau menyembunyikan ke-menye2 ank. :p Karena bagaimanapun, selalu menyenangkan rasanya dikenal secara utuh, dari berbagai sisi.</p>
<p>Pemisahan tema Cinta semata-mata agar para pencari tulisan tidak kebingungan. Agar tulisan bertema hukum, sosial, maupun pembelajaran sehari-hari, tidak tertutupi oleh bacaan-bacaan &#8216;picisan&#8217; tentang cinta. begitupun sebaliknya. Agar si &#8216;pencari cinta&#8217; tidak lantas &#8216;<em>nyasar&#8217;</em> ke tulisan tentang Ujian Nasional, atau pelanggaran kemanusian di tahun 65.</p>
<p>Jadi segala hal tentang cinta, akan kubagikan melalui:</p>
<p><a href="http://ceritamagenta.blogspot.com/">http://ceritamagenta.blogspot.com/</a></p>
<p>sstt, jangan terkecoh. yang kamu baca, bisa jadi fakta, bisa jadi fiksi.</p>
<p>Selamat berbagi cinta <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=439&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/16/berbagi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resolusi 2012</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/13/resolusi-2012/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/13/resolusi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 05:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Resolusi 2012 ku sederhana Sekedar mengurangi waktu2 tidak produktif, dan mengalihkannya untuk dua kegiatan. Membaca, dan menulis Jadi, kurangin browisng2 ga penting setelah jam kantor. Cepet pulang, lalu lakukan aktivitas membaca dan menulis setelahnya. Oh iya, dan satu lagi Tempatkan segala sesuatunya di tempat yang benar Urusan kantor di jam kantor, urusan lain di jadwal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=437&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Resolusi 2012 ku sederhana</p>
<p>Sekedar mengurangi waktu2 tidak produktif, dan mengalihkannya untuk dua kegiatan.</p>
<blockquote><p>Membaca, dan menulis</p></blockquote>
<p>Jadi, kurangin browisng2 ga penting setelah jam kantor. Cepet pulang, lalu lakukan aktivitas membaca dan menulis setelahnya.</p>
<p>Oh iya, dan satu lagi</p>
<p>Tempatkan segala sesuatunya di tempat yang benar</p>
<blockquote><p>Urusan kantor di jam kantor, urusan lain di jadwal setelah jam kantor, dan bersenang-senang total di waktunya liburan, dan hangout bareng sobat2..</p></blockquote>
<p><strong>Mudah kan? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=437&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2012/01/13/resolusi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>22 Desember Tahun Ini</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/27/22-desember-tahun-ini/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/27/22-desember-tahun-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 06:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekosob]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sipol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Aku tau aku sudah terlalu lelah saat ini. Tapi aku tidak bisa menunggu barang sekian jam untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Hari ini, tepat di hari ibu, seorang Ibu bercerita. Setiap tiga bulan, anaknya harus menjalani cuci darah. Terakhir, dokter menyatakan ginjal anaknya harus diangkat. Membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi bagi sang Ibu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=433&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tau aku sudah terlalu lelah saat ini. Tapi aku tidak bisa menunggu barang sekian jam untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan.</p>
<p>Hari ini, tepat di hari ibu, seorang Ibu bercerita. Setiap tiga bulan, anaknya harus menjalani cuci darah. Terakhir, dokter menyatakan ginjal anaknya harus diangkat. Membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi bagi sang Ibu, yang tidak memiliki penghasilan tetap. Puluhan juta tentu saja menjadi angka yang besar baginya.</p>
<p>Sepanjang dia bercerita, aku hanya bisa menatapnya. Melihat beberapa kerut di matanya, di wajah yang usianya tak terlampau jauh dari kakak pertamaku.</p>
<p><em>“Tapi kalau buat anak mah, jual rumah juga saya lakuin, yang penting bisa menyembuhkan anak saya,”</em> ungkapnya.</p>
<p>Sawahnya sudah terjual, tanah miliknya pun Januari depan, akan lepas ke tangan orang.</p>
<p>Dia masih ingat beberapa waktu lalu, ketika harus membayar biaya rumah sakit anak. Dia datang ke ‘bank keliling,’ karena tidak tau harus ke mana lagi. Memohon kepada bank keliling untuk memberinya pinjaman Rp2juta. Yang sempat ditolak karena waktu buka bank keliling sudah usai.</p>
<p>Lalu uang 2 juta berhasil didapat. Tidak, bukan 2 juta, karena ‘aturannya’ harus dipotong 300 ribu. Sang Ibu pun hanya menerima 1,7 juta. Dan yang harus dikembalikan, tak kurang dari 2,4 juta, yang harus dicicil langsung per minggunya sebanyak 200 ribu. Terpaksa dia mengembalikan 700 ribu lebih besar dari yang ia dapatkan. 700 ribu seharga obat yang harus selalu diminum anaknya untuk 7 hari.</p>
<p>Matanya meredup ketika dia bercerita, suatu malam anaknya menghampiri sang Ibu yang tengah berdebat dengan suaminya. Berkata,” Kalau Mama sudah tidak ada uang, saya tidak usah diobatin, Mama nungguin aja, saya sudah senang. Biar uang yang ada untuk masa depan adik.” Seketika sang Ibu menangis, memeluk anaknya, menegaskan bahwa dia akan tetep terus berjuang untuk kesembuhan anaknya.</p>
<p>Dan sang Ibu memang terus berjuang. Seorang mantan Buruh Migran, yang tau persis berbagai kerentanan yang dialami Buruh Migran, yang kisahnya selama ini selalu menjadi pembelajaran. Karena dengan pengalaman dan semangatnya, dia berhasil membantu banyak Buruh Migran lainnya, menangani berbagai kasus, melalui organisasi yang didirikannya. Namun untuk anaknya, dia siap untuk kembali bekerja keluar negeri. Meski harus menempuh berbagai kerentanan, yang dia tau persis, dia pernah alami, dia pernah saksikan, dan sering dia perjuangkan.</p>
<p>Pernah dia berpikir, rasanya ingin mendonorkan ginjalnya untuk anaknya. Namun kawannya mengingatkan, bahwa dia adalah tulang punggung keluarganya. Bahwa dia yang selalu banting tulang mengerjakan apa saja secara serabutan, menghabiskan energi, dan pikiran untuk keluarganya. Secara ekstrim sang kawan berkata, “lo bunuh seluruh keluarga lo kalo melakukan itu. “</p>
<p>Dan yang menakjubkan, <strong>aku masih bisa menemukan sinar di wajahnya</strong>. Dan seulas senyum, ketika dia becerita, anaknya sudah terlihat lebih baik setelah ke dokter terakhir, tubuhnya tak lagi membiru, dan itu cukup. <em>Cukup membuat sang Ibu tersenyum, cukup memberikannya dua kali lipat semangat, untuk bekerja lebih keras lagi. </em></p>
<p>Sebentar setelah sang Ibu selesai bercerita, aku kembali berhadapan dengan Ibu-Ibu lainnya. Satu di antara mereka, juga seorang mantan Buruh Migran. Dia berangkat ke luar negeri, sebuah Negara dimana dia mengira penduduknya baik, karena beragama islam.</p>
<p>Suatu ketika, dia dibuat tidak sadar dengan obat tidur, lalu diperkosa. Dia juga disiksa hingga tidak bisa jalan, patah bagian punggung dan kaki. Sampai sempat tak bisa berjalan.</p>
<p>Lalu, dia malah dipenjara. <strong>Dia yang diperkosa, malah dituduh berzina.</strong> Melahirkan di penjara, mempertahankan mati-matian anaknya yang ingin ‘dibeli’ oleh sang pemerkosa. Melawan sakit akibat penganiayaan yang diterimanya. Semua dijalaninya di dalam penjara.</p>
<p>Dan aku merasa tak bisa bernafas. Ketika sang Ibu menceritakan proses persalinannya di penjara.<br />
Dia yang tak bisa jalan, apalagi kabur,</p>
<blockquote><p><strong>Melahirkan, dalam keadaan kaki diborgol kanan dan kiri. Begitu pula tangannya.</strong></p></blockquote>
<p>Hffff *ketika menuliskannya, aku sekali lagi menarik nafas begitu panjang.</p>
<p><em>Tuhan izinkan aku menangis lagi malam ini. Sebentar saja. </em><br />
<em>Karena esok, aku akan melangkah lebih tegap, dan bersuara lebih lantang</em></p>
<p style="text-align:right;">Bekasi, 22 Desember 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=433&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/27/22-desember-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balon-balon di Udara</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/13/balon-balon-di-udara/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/13/balon-balon-di-udara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 04:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Hey, kamu liat balon-balon yg terbang di udara itu? Itu adalah aku Yang terbang mengangkasa tinggi tanpa batas Aku tak sendiri, bergandengan tangan menembus awan-awan putih Beberapa dari kami sewarna Namun banyak warna membuat kami semakin kaya Maka yg biru, yg merah yg hijau Juga yg jingga, merah muda, kuning, dan ungu Warna warni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=428&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/12/balon.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-429" title="balon" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/12/balon.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hey, kamu liat balon-balon yg terbang di udara itu?<br />
Itu adalah aku<br />
Yang terbang mengangkasa tinggi tanpa batas<br />
Aku tak sendiri, bergandengan tangan menembus awan-awan putih</p>
<p>Beberapa dari kami sewarna<br />
Namun banyak warna membuat kami semakin kaya<br />
Maka yg biru, yg merah yg hijau<br />
Juga yg jingga, merah muda, kuning, dan ungu<br />
Warna warni memang berbeda<br />
Tapi satu yg sama<br />
Kami terbang ke arah satu tujuan, satu impian</p>
<p>Maka maafkan aku<br />
Meninggalkanmu jauh di bawah<br />
Karna bagiku<br />
Cinta hanyalah nomor kesekian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=428&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/12/13/balon-balon-di-udara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/12/balon.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">balon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Payudara dan Rok Mini</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/23/payudara-dan-rok-mini/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/23/payudara-dan-rok-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 06:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, pemberitaan ramai oleh sosok Malinda Dee. Yang menggondol uang nasabah Citibank. Pemberitaan terus bergulir, dan akhirnya yang membuat ramai justru bukan kejahatannya melakukan penipuan dan pencucian uang yang mengakibatkan sejumlah pihak mengalami kerugian Lucu sekali, bahwa akhirnya pemberitaan menjadi ramai membicarakan seputar kehidupan pribadi Malinda Dee, dari mulai soal mobilnya, pacarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=422&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/268px-woman_silhouette.png"><img class="alignright size-medium wp-image-423" title="268px-woman_silhouette" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/268px-woman_silhouette.png?w=134&#038;h=300" alt="" width="134" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, pemberitaan ramai oleh sosok Malinda Dee. Yang menggondol uang nasabah Citibank. Pemberitaan terus bergulir, dan akhirnya yang membuat ramai justru bukan kejahatannya melakukan penipuan dan pencucian uang yang mengakibatkan sejumlah pihak mengalami kerugian</p>
<p>Lucu sekali, bahwa akhirnya pemberitaan menjadi ramai membicarakan seputar kehidupan pribadi Malinda Dee, dari mulai soal mobilnya, pacarnya yang berondong dan artis, sampai soal yang sifatnya (menurut saya) pribadi terkait ukuran dan operasi payudara yang dia lakukan</p>
<p>Pertama kali mendengar itu, saya hanya bergumam,<strong> kurang kerjaan amat si media ngeberitain ukuran payudara?</strong> Tapi anehnya, sepertinya memang ukuran payudara menjadi daya tarik jauh lebih besar daripada tentang penipuan yang dia lakukan.</p>
<p>Nyatanya, media semakin banyak memberitakan soal payudara, dengan segala embel-embel gosipnya, hingga media gossip pun tidak mau ketinggalan.</p>
<p>Yang (menurut saya) lebih parah lagi, adalah celetukan-celetukan tidak terkendali di media sosial. Dari mulai nada heran, mencibir, menertawakan, bahkan menjadikannya bahan becandaan yang tak pantas</p>
<p>Lalu belakangan muncul charity palsu, dengan Fifi Buntaran sebagai tokohnya. Charity palsu tersebut ditampilkan di sebuah stasiun televisi swasta, dengan menampilkan konsep lelang untuk amal. Yang nyatanya, lelang itu palsu, tidak ada satu rupiah pun yang diberikan kepada Nando (Seorang anak penderita gagal ginjal, dan infeksi usus) atau mungkin yang membutuhkan lainnya.</p>
<p>Saya mengangkat Malinda Dee, dan Fifi Buntaran <del>bukan lantaran keduanya berteman.</del> Namun karena keduanya mengalami hal yang mirip. Isu tentang charity palsu akhirnya bergulir ke masalah payudara. Setidaknya hal itu dimunculkan sebuah akun yang sekarang ditutup (ditutup karena Indonesia kalah lawan Malaysia di final, <del>bukan karena Fifi Buntaran</del>). Akun twitter anonim tersebut membicarakan soal Fifi Buntaran terkait payudaranya, tak lupa mengaitkan dengan Malinda Dee. Lalu karena akun itu memiliki banyak follower, maka banyak orang lainnya yang yang ikut memperbincangkan payudara Fifi Buntaran.</p>
<p>Saya tau kok! penipuan itu memang kejahatan yang merugikan banyak orang</p>
<p>Saya juga benci banget sama amal palsu, penipuan yang bener-bener menyakiti nurani dan kemanusiaan kita.</p>
<blockquote><p><strong>Tapi soal payudara besar, asli ataupun palsu, itu adalah otoritas si empunya.</strong></p></blockquote>
<p>Terserah dia donk mau operasi atau nggak, selama dia tau risikonya apa, dan menjadi pilihannya sendiri untuk operasi, terus kenapa harus heboh?</p>
<p><em>Operasi plastik bukan tindak kejahatan kan?</em></p>
<p>Itu hak, karena perempuan memiliki otoritas penuh atas tubuhnya, dan kami punya kontrol penuh terhadap tubuh kami.</p>
<p><em>*mengutip tweet seorang kawan</em></p>
<blockquote><p>Jadi Malinda Dee, (diduga) bersalah karena menipu atau karena payudaranya?</p>
<p>Ratu Atut (dianggap) bersalah karena korupsi atau karena bedaknya yang tebal?</p></blockquote>
<p>Lalu, dalam konteks sedikit berbeda, namun sesungguhnya memiliki benang merah, kejadian perkosaan yang terjadi di dalam angkutan umum tempo hari.</p>
<p>Dimana reaksi gubernur yang mengaku ahli tapi nyatanya Jakarta malah semakin semerawut, malah menghimbau perempuan untuk tidak menggunakan rok mini.</p>
<p><strong>Lagi-lagi ini soal otoritas tubuh perempuan,</strong></p>
<p>Jadi yang merupakan tindak pidana itu apa?</p>
<p>Pakai rok mini?</p>
<p>Atau tindakan memperkosa??</p>
<p><strong>Tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga syahwat itu ada pada diri Anda sendiri</strong>. Dalam hal ini, yang harus dijaga adalah nafsu untuk tidak melakukan perbuatan memperkosa. Bukan soal pakai rok mini, atau gamis.</p>
<p>Selama ini, perempuan selalu dibebankan tanggung jawab untuk “menjaga kehormatan.” Tapi kalau seorang perempuan menjadi korban perkosaan, lalu kehormatan siapa yang sebenarnya pantas hilang? Korban yang ga pernah mau apalagi minta untuk diperkosa, atau pelaku yang memperkosa??</p>
<p>Budaya kita yang menganggap seksualitas itu tabu untuk dibicarakan juga mengambil andil dari bungkamnya perempuan korban kekerasan, terutama kekerasan sekual.</p>
<p><em>Berapa banyak perempuan yang mengalami pelecehan seksual di tempat umum, bahkan diperkosa bungkam?</em></p>
<p>Kenapa? Karena malu. Karena takut masyarakat malah menyalahkan mereka, dan paling parah menganggap mereka ‘tidak suci.’ Tanpa itu semua, trauma yang harus diatasi sudah sangat hebat. Tanpa dipersalahkan pun hati mereka sudah terluka luarbiasa.</p>
<p>Sedini mungkin, anak perempan harus diajarkan tentang haknya. Bahwa tubuhnya adalah milik mereka, hak mereka, otoritas mereka. Bahwa tidak seorang pun berhak mengatur tubuh mereka,. Bahwa tidak ada seorang pun berhak menyentuh mereka dan membuat mereka tidak nyaman. Bahwa mereka berhak berteriak ketika mereka merasa tidak nyaman.</p>
<blockquote><p><strong>Bahwa yang harusnya malu adalah pelaku kekerasan seksual, bukan mereka!</strong></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=422&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/23/payudara-dan-rok-mini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/268px-woman_silhouette.png?w=134" medium="image">
			<media:title type="html">268px-woman_silhouette</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>24</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/22/24/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/22/24/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 04:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Aku cemberut Takut ga bisa main boneka lagi Takut ga bisa berceloteh riang dan tertawa dengan ekspresi selepas anak-anak Takut ga bisa manja-manja sama mama lagi Takut ga bisa merajuk manja, ke temen-temen Takut status bungsu dimana-mana (kantor, temen main, dll) akhirnya ilang Takut ga bisa hang out sembarangan, belanja barang2 penting ga pake mikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=418&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_419" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/tiup-lilin.jpg"><img class="size-medium wp-image-419 " title="tiup lilin" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/tiup-lilin.jpg?w=300&#038;h=233" alt="" width="300" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: http://ranadiamond.blogspot.com/2010_12_01_archive.html</p></div>
<p>Aku cemberut</p>
<p>Takut ga bisa main boneka lagi</p>
<p>Takut ga bisa berceloteh riang dan tertawa dengan ekspresi selepas anak-anak</p>
<p>Takut ga bisa manja-manja sama mama lagi</p>
<p>Takut ga bisa merajuk manja, ke temen-temen</p>
<p>Takut status bungsu dimana-mana (kantor, temen main, dll) akhirnya ilang</p>
<p>Takut ga bisa hang out sembarangan, belanja barang2 penting ga pake mikir</p>
<p>Hfffff.</p>
<blockquote><p><strong>Tapi,,</strong></p></blockquote>
<p>Bagaimanapun adanya aku</p>
<p>Aku yakin, segala kasih sayang, perhatian dan kebahagiaan  akan senantiasa tercurah untuku. Masih bisa main boneka, ceriwis manja, ngerajuk biar dapetin yang aku mau, dan hangout kemanapun aku mau, ga peduli berapapun umurku. Dan tetep bisa jadi adik kesayangan, walau udah ga bungsu lagi :p</p>
<p>Jadi,,</p>
<p>Selamat datang 24,</p>
<p>Selamat datang di hidupku yang selalu menarik dan menyenangkan</p>
<p><strong>Aku Berani! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=418&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/22/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/tiup-lilin.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tiup lilin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Kamu Pikirkan Ketika Mendengar &#8216;G 30 S 65&#8242;?</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/apa-yang-kamu-pikirkan-ketika-mendengar-g-30-s-65/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/apa-yang-kamu-pikirkan-ketika-mendengar-g-30-s-65/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 07:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekosob]]></category>
		<category><![CDATA[sipol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu satu generasi denganku? Generasi dimana setiap tahunnya kamu dicekoki film propaganda yang saat itu menunjukan kebengisan sekelompok orang terhadap enam orang jenderal dan beberapa orang lainnya. Kesadisan perempuan-perempuan yang menari sambil mencabut kuku satu per satu dan mencongkel mata manusia. Film penuh kebohongan yang setiap tahun terus menerus wajib ditonton. Dan kebohongan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=411&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/g30s.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-413" title="G30S" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/g30s.jpg?w=300&#038;h=193" alt="" width="300" height="193" /></a></em></p>
<p><em>Apakah kamu satu generasi denganku? Generasi dimana setiap tahunnya kamu dicekoki film propaganda yang saat itu menunjukan kebengisan sekelompok orang terhadap enam orang jenderal dan beberapa orang lainnya. Kesadisan perempuan-perempuan yang menari sambil mencabut kuku satu per satu dan mencongkel mata manusia.</em></p>
<p>Film penuh kebohongan yang setiap tahun terus menerus wajib ditonton. Dan kebohongan itu juga diabadikan dalam sebuah monumen yang berdiri tegak di kawasan Pondok Gede, tak jauh dari rumahku.</p>
<p><strong><em>Tahukah kamu?</em></strong></p>
<p>Bahwa kebohongan yang dipaparkan, yang membuat mata kecilku yang saat itu masih duduk di sekolah dasar begitu takut. Yang membuatku hanya mengangguk ketika seorang teman mengatakan begitu membenci PKI.</p>
<p>Tenyata, aku justru &#8216;dilindungi&#8217; dari kenyataan akan <strong>kejahatan, kebengisan, dan kesadisan yang jauh lebih besar </strong>daripada itu<strong>.</strong></p>
<p>Tentang jutaan orang yang nyawanya melayang, kepalanya ditebas, beberapa ditembak, beberapa hanya dibuang sembarangan, beberapa diasingkan di sebuah pulau, beberapa diisolasi di dalam suatu kawasan tandus yang dipagari aliran listrik.</p>
<p>Tentang sungai-sungai yang warnya berubah menjadi merah, dimana raga yang tak lagi memiliki jiwa mengapung di sana.</p>
<p>Tentang teriakan marah, histeris penuh hasutan kebohongan yang membuat darah mendidih</p>
<p>Tentang teriakan Allahuakbar di mulut, mendahului parang di tangan siap menebas kepala-kepala manusia hingga tak bernyawa</p>
<p>Tentang suara tembakan yang mengisi malam yang tadinya sunyi mencekam.</p>
<p>Tentang lebih banyak lagi orang yang dipenjara, disiksa, diperkosa, tanpa diadili, apalagi mendapat keadilan</p>
<p>Tentang lebih banyak lagi orang yang kehilangan ayah, ibu, kakak, adik, anak, yang diambil paksa di malam hari lalu tak pernah pulang</p>
<p>Tentang lebih banyak lagi orang yang mengalami pemiskinan, stigma, diskriminasi, seumur hidupnya</p>
<p>Kejahatan yang begitu luar biasa, yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya. Oleh generasi  yang setiap tahunnya dipaksa menonton kebohongan</p>
<p><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/john-roosa.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-412" title="John Roosa" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/john-roosa.jpg?w=209&#038;h=300" alt="" width="209" height="300" /></a></p>
<p><strong>Lalu?</strong></p>
<p>1965 sudah berlalu 46 tahun</p>
<p>Rezim sudah berganti, dengan pemimpin yang sudah berkali-kali berganti</p>
<p>Indonesia mendeklarasikan diri sebagai Negara yang menjunjung Hak Asasi Manusia, bahkan meratifikasi sejumlah Konvensi dan Kovenan Internasional terkait Hak Asasi Manusia</p>
<p>Tapi apa yang terjadi?</p>
<p>Kenapa kasus  65 tidak juga diungkapkan secara benar di pengadilan?</p>
<p>Apakah kita tengah menunggu seluruh saksi mata meninggal dunia, agar kejadian 65 tidak akan terungkapkan?</p>
<p>Lalu ketika banyak pihak yang hanya mencoba menyajikan sisi lain, berdasarkan mata, telinga, mereka, ataupun berdasarkan literatur yang mereka baca, <strong>karya mereka diberangus.</strong></p>
<p>John Roosa yang bukunya dilarang terbit, padahal isinya sangat logis, dan membuat kita berpikir kritis tentang peristiwa kudeta tahun 65</p>
<p>Yang lebih parah, tahun 2007, buku-buku pelajaran sejarah dibakar, <strong>HANYA KARENA tidak mencantumkan PKI di judul bab Gerakan 30 September</strong>.</p>
<p>Oleh pemerintahan yang katanya reformis, hasil reformasi yang sanggup menggulingkan kekuasaan dikatator korup selama 32 tahun.</p>
<blockquote><p>Jelas-jelas bangsa ini, begitu pengecut, tidak sanggup bahkan tidak ada niat sedikitpun untuk  mengungkapkan kebenaran.</p></blockquote>
<p>Bahkan Museum manipulasi sejarah itu dipoles, diperbaiki, dibaguskan, ditambahkan relief, seakan berdiri sombong dan meledekku setiap aku melewatinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=411&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/apa-yang-kamu-pikirkan-ketika-mendengar-g-30-s-65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/g30s.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">G30S</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/john-roosa.jpg?w=209" medium="image">
			<media:title type="html">John Roosa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Papa dan Perannya</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/papa-dan-perannya/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/papa-dan-perannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum papa stroke, papa memiliki beberapa tugas di ruimah, termasuk tugas terkait cucian, dari mulai memisahkan cucian berwarna, dengan cucian putih, mencucinya (yang ini kerja sama sama mama, dan menggunakan mesin cuci), menjemurnya, dan mengangkat jemurannya setelah kering. Aku melihat papa mulai bangkit dari stroke nya. Papa mulai mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakannya seperti memisahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=407&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum papa stroke, papa memiliki beberapa tugas di ruimah, termasuk tugas terkait cucian, dari mulai memisahkan cucian berwarna, dengan cucian putih, mencucinya (yang ini kerja sama sama mama, dan menggunakan mesin cuci), menjemurnya, dan mengangkat jemurannya setelah kering.</p>
<p>Aku melihat papa mulai bangkit dari stroke nya. Papa mulai mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakannya seperti memisahkan cucian.</p>
<p>Dan yang jelas papa mulai menjalankan perannya lagi:</p>
<blockquote><p>Menunda tidur, dan menungguku sampai masuk rumah, memastikan aku aman dan selamat, tidak keluar lagi, mengunci pintu, baru masuk ke kamar tidur</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=407&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/papa-dan-perannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Penari</title>
		<link>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/sang-penari/</link>
		<comments>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/sang-penari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 04:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindanuurannisaayura</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekosob]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sipol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini bukan resensi tentang film sang Penari yang diputar di bioskop sejak tanggal 10 November 2011. Bahasan ini juga lepas dari bagaimana film ini sukses/tidak memvisualisasikan cerita di dalam buku. juga tidak mengulas kualitas film, teknik film, sinematografi, atau segi-segi lainnya yang memang aku tidak ahli untuk membahas tentang hal tersebut. Tulisan ini lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=403&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_404" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/217sang_penari.jpg"><img class="size-medium wp-image-404" title="217Sang_Penari" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/217sang_penari.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: http://www.forumkami.net</p></div>
<blockquote><p>Tulisan ini bukan resensi tentang film sang Penari yang diputar di bioskop sejak tanggal 10 November 2011. Bahasan ini juga lepas dari bagaimana film ini sukses/tidak memvisualisasikan cerita di dalam buku. juga tidak mengulas kualitas film, teknik film, sinematografi, atau segi-segi lainnya yang memang aku tidak ahli untuk membahas tentang hal tersebut.</p></blockquote>
<p>Tulisan ini lebih menggambarkam pengalaman pribadiku ketika aku menonton film berdurasi 111 menit ini. Seorang kawan mengajakku menonton Sang Penari kemarin. Dan ke-impulsif-an ku langsung menjawab: hari ini aja. Lalu berangkatlah aku tanpa membaca referensi, ataupun ulasan tentang film ini. Ditambah aku memang jarang nonton televisi, dan hanya membaca media dengan mengklik link berita yang kuanggap menarik dari twitter. Jadilah aku benar-benar ‘buta’ tentang film yang akan kutonton.</p>
<p>Di awal film, sebenarnya saya sudah bisa menduga film ini terkait dengan Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Karena dari awal menceritakan tentang ronggeng, dan lokasinya di Dukuh Paruk. Yang kalau benar, film ini akan berlatar belakang situasi politik tahun 1965. Suatu situasi politik yang penuh dengan trauma mencekam yang entah kenapa, aku merasa memiliki koneksi yang kuat dengan situasi tersebut.</p>
<p><a href="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/trilogi_ronggeng_dukuh_paruk.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-405" title="trilogi_ronggeng_dukuh_paruk" src="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/trilogi_ronggeng_dukuh_paruk.jpg?w=300&#038;h=161" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<p><strong>Pemiskinan, Pembohongan Sejarah, dan Seksualitas Perempuan</strong></p>
<p>Dan benar saja, film ini turut merekam adegan tentang orang-orang yang tak mengerti apa-apa dibantai dengan sadis.</p>
<p>Orang-orang yang hanya antre bibit untuk bertani,orang-orang yang memimpikan kehidupan lebih baik karena selama ini diperas tenaganya untuk menggarap lahan tuan tanah dengan imbalan tak seberapa. Bahkan orang-orang yang melestarikan kesenian, yang masih begitu polos dan memiliki kesadaran sebata kesadaran magis, paling banter naif. Orang-orang yang namanya dicatat, dengan alasan untuk pengambilan jatah makanan.</p>
<blockquote><p>Mereka dibunuh, tanpa tau kesalahannya. Apalagi tau soal Partai Komunis Indonesia. dan tentunya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembunuhan jenderal-jenderal di Jakarta. Di sebuah kota besar yang bagi mereka mungkin hanya sekedar impian manis dibanding dukuh kecil dan miskin mereka.</p></blockquote>
<p>Mama pernah bilang, <strong>dimana ada kemiskinan, di situ ada komunisme</strong>. Mama bukan orang yang mengerti politik. Hanya tamat SMA, dan sama sekali tidak mau terlibat dalam hal-hal berbau politik apalagi partai, dan melarangku untuk mendekati makhluk politik, bahkan sejak SMP melarangku ikut OSIS, BEM, dan organisasi-organisasi lainnya.</p>
<p>Aku tidak tau seberapa benar atau seberapa salah pendapat Mama tersebut, tapi yang jelas Komunis hadir di situasi Dukuh Paruk yang memang miskin. Mayoritas penduduk buta huruf dan hanya menjadi buruh tani (penggarap). Dalam film sama sekali tidak digambarkan sentuhan pendidikan, entah apakah Dukuh Paruk memiliki sekolah atau tidak, yang jelas Dukuh Paruk seakan terisolasi di dalam keyakinan budaya mereka, yang mungkin buat kita sangat tidak rasional, dan bahkan membuatku mual.</p>
<p>Betapa tidak, bagaimana para istri malah berebut, berharap suami mereka bisa tidur dengan Ronggeng. Cerita ini memang bukan cerita porno, namun cerita tentang budaya, dimana justru aku bisa melihat betapa seksualitas perempuan dijadikan objek oleh budaya kita sejak lama.</p>
<p>Berbagai isu bisa diulas dari film ini, mulai soal sejarah, tentang sudut pandang si penulis dalam melihat kejadian 65 yang sampai sekarang tak tentu kebenarannya. Soal relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki, melalui peran dari ronggeng itu sendiri dikaitkan dengan seksualitas perempuan yang menjadi objek, ataupun tentang kemiskinan, bukan, lebih tepatnya pemiskinan, yang hebatnya dipelihara hingga hari ini. <em>-Kita semua tau yang terjadi di Papua, terkait Freeport kan</em>? Gambaran yang relatif mirip seperti tuan tanah-buruh tani.</p>
<p>Oh, aku salah, bukan hanya soal pemiskinan dan persoalan tuan tanah-buruh tani. Apa yang dipaparkan di film itu, juga bukunya masih menyisakan PR yang tak kunjung selesai, atau memang sengaja tidak diselesaikan. Tentang jutaan nyawa yang terbuang tanpa ada keadilan, bahkan setidaknya pengungkapan kebenaran bahwa mereka tidak bersalah. Juga tentang seksualitas perempuan  yang hingga kini masih menjai objek dimana otoritas terhadap seksualitas itu sendiri justru tidak dimiliki oleh si perempuan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dindanuurannisaayura.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dindanuurannisaayura.wordpress.com&amp;blog=12455143&amp;post=403&amp;subd=dindanuurannisaayura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dindanuurannisaayura.wordpress.com/2011/11/18/sang-penari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81f7fdc08ba52fd6579f976c7f9704b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dindanuurannisaayura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/217sang_penari.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">217Sang_Penari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dindanuurannisaayura.files.wordpress.com/2011/11/trilogi_ronggeng_dukuh_paruk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">trilogi_ronggeng_dukuh_paruk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
